| NIM | G1A013132 |
| Namamhs | INTAN CANDRA KHOIRINA |
| Judul Artikel | Hubungan Riwayat Hiperbilirubinemia pada Neonatus dengan Gangguan Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Usia 12-15 Bulan di Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Hiperbilirubinemia merupakan kondisi yang sering terjadi pada neonatus. Hiperbilirubinemia dianggap bermasalah karena efek toksisitasnya yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik kasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat hiperbilirubinemia pada neonatus dengan gangguan perkembangan motorik kasar pada anak usia 12-15 bulan di Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasiaonal dengan desain penelitian matched case control. Sampel dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 26 anak usia 12 – 15 bulan yang pernah terdiagnosis hiperbilirubinemia neonatorum di RSUD.Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto sebagai kelompok kasus. Subjek kelompok kontrol berjumlah 26 anak yang disamakan karakteristiknya dengan kelompok kasus, namun subjek tidak pernah didiagnosis hiperbilirubinemia neonatorum. Pengambilan subjek kelompok kontrol dilakukan di Posyandu Kabupaten Banyumas. Penelitian ini diawali dengan mencari anak yang memenuhi kriteria masing–masing kelompok dilanjutkan dengan pemeriksaan perkembangan motorik kasar menggunakan uji Denver II. Data dianalisis menggunakan uji statistik Mc Nemar. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna anatara riwayat hiperbilirubinemia dengan gangguan perkembangan motorik kasar (p=0,453). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan bermakna antara riwayat hiperbilirubinemia pada neonatus dengan gangguan perkembangan motorik kasar pada anak usia 12 -15 bulan di Banyumas, kejadian hiperbilirubinemia tahun 2015 mencapai 330 kasus, sebanyak 7 dari 52 anak mengalami gangguan perkembangan motorik kasar. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Hyperbilirubinemia was common problem in neonates. Hyperbilirubinemia were considered problematic because of its toxicity effects that can affect gross motor development. The aim of this study was to determine the history of hyperbilirubinemia in neonates with gross motor development disorder in children aged 12-15 months in Banyumas. This study used analytical methods observasiaonal with a matched case-control design. Sample were selected using consecutive sampling. Subjects consisted of 26 children aged 12-15 months were diagnosed of neonatal hyperbilirubinemia in RSUD.Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto as the case group. The control group subjects were 26 children who likened its characteristics with the case group, but the subject was never diagnosed neonatal hyperbilirubinemia. Control group subjects taken at IHC Banyumas. The study began by looking for children who fulfilled the inclusion and exclusion criterias each group continued with the examination of gross motor development using the Denver II test. Data were analyzed using statistical tests Mc Nemar. The results of the bivariate analysis showed that there was no significant relationship beween history of hyperbilirubinemia with gross motor developmental disorders (p = 0.453). The conclusion of this study was there was not significant correlation between hyperbilirubinemia in neonates with gross motor development disorder in children aged 12 -15 months in Banyumas, in 2015 there were 330 case of hyperbilirubinemia,7 out of 52 child got gross motor development disorder. |
| Kata kunci | Hiperbilirubinemia neonatorum, gangguan perkembangan motorik kasar, Denver II |
| Pembimbing 1 | dr. Supriyanto, Sp.A |
| Pembimbing 2 | dr. Diah Krisnansari, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. dr. Qodri Santosa, M.Si Med, Sp.A |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2017-06-12 19:21:01.543847 |
|---|