Artikel Ilmiah : E1A111055 a.n. SRI RAHAYU

Kembali Update Delete

NIME1A111055
NamamhsSRI RAHAYU
Judul ArtikelTINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN YANG MENGAKIBATKAN MATINYA ORANG (Studi Putusan Nomor 3/Pid.B/2016/PN.BNR)
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK

Skripsi ini berjudul: “TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN YANG MENGAKIBATKAN MATINYA ORANG (Studi Putusan Nomor 3/Pid.B/2016/PN.BNR).”

Tindak pidana pencurian merupakan tindak pidana yang paling sering terjadi dimasyarakat. Tidak jarang pelaku pencurian melakukan kekerasan pada korban hanya untuk memudahkan pelaku dalam melancarkan aksi pencurian. Sanksi pidana terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan pun lebih berat dari pencurian biasa, hal itu dikarenakan pencurian dengan kekerasan menimbulkan akibat bagi nyawa korban, baik luka-luka hingga kematian pada korban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur yang terbukti dalam tindak pidana pencurian dalam putusan Nomor 3/Pid.B/2016/PN BNR dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dalam putusan Nomor 3/Pid.B/2016/PN BNR.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa putusan Pengadilan Negeri Banjarnegara Nomor 3/Pid.B/2016/PN.BNR, undang-undang, dan buku literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan terperinci, serta analisis data dilakukan secara normatif.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan unsur Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke-2 dan ayat (3) KUHP sebagai tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam keadaan memberatkan yang mengakibatkan matinya orang telah terpenuhi karena unsur-unsur dalam pasal tersebut telah terbukti. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana pada perkara Nomor 3/Pid.B/2016/PN BNR adalah mendasarkan pada Pasal 84 KUHAP dan Pasal 50 Undang-Undang No.48 Tahun 2009 yaitu berupa dasar mengadili, dasar memutus, pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Majelis Hakim juga telah mempertimbangkan tentang syarat-syarat pemidanaan, dan pertimbangan sosiologis. Dengan demikian dalam perkara ini para terdakwa dapat dipertanggungjawabkan menurut hukum pidana, atas perbuatannya dapat dikenakan sanksi pidana karena melanggar hukum, sehingga para terdakwa harus dinyatakan secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum.

Kata Kunci: Tindak Pidana Pencurian, Pencurian dengan Kekerasan
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

This research title is : “THE CRIMINAL ACTION OF THEFT WITH VIOLENCE WEIGHING AND RESULTING DEATH OF PEOPLE (Case Study Verdict : Nomor 3 / Pid.B / 2016 / PN.BNR)”.

The criminal action of theft is a crime that most often occurs in the community. It sometimes accoures theft perpetrators commites violence on the victim only to make easier in commiting the crime of theft. Criminal sanctions against the perpetrators of theft with violence is more severe than ordinary theft. It is due to theft with violence consequences for the victim's life, both injuries and death in the victim. Target of at this research is to know the elements that are proven in the criminal act of theft at number case 3/ Pid.B/2016/ PN BNR and to know the basis consideration base punish Judge of criminal at number case 3/Pid.B/2016/PN BNR.
The method this research is juridical normative, specifications. The data source used secondary data in the from of the decision case country court Banjarnegara number 3/Pid.B/2016/PN, the law and literature books which is related with the research problems. The data that got is serving system systematically and detail, and analysis data done normatively.
From this research it can be conclude that is basing article 365 paragraph (1), paragraph (2) to-2, paragraph (3) of the Criminal Code as a crime of theft with violence in a state of weighing resulting in the death of people has been fulfilled because the elements in the article has proven. Basic legal consideration of judges in court judgement on the criminal case number 3/Pid.B/2016/ PN BNR is based on Article 84 and Article 50 of the Criminal Procedure Act 48 of 2009 which formed the basic of hearing, basic cut, evidence based on article 184 Criminal Procedure Code, circumstances that weighing and relieveing the charged. The Judges also have to consider about the terms of punishment, and sociological considerations. Thus in this case the charged is accountable under criminal law for his actions may be liable to criminal penalties for violating the law, so that the charged should be declared legally and convincingly of committing criminal offenses as charged by the Public Prosecutor.

Keywords: The crime of theft, Theft with violence
Kata kunciTindak Pidana Pencurian, Pencurian dengan Kekerasan
Pembimbing 1Haryanto Dwiatmodjo, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Sunaryo, S.H., M.Hum.
Pembimbing 3Dr. Budiyono, S.H., M.H.
Tahun2011
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2017-06-01 22:08:14.072227
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.