Artikel Ilmiah : A1C009074 a.n. ALI MABRUR
| NIM | A1C009074 |
|---|---|
| Namamhs | ALI MABRUR |
| Judul Artikel | EFISIENSI PEMASARAN GULA MERAH (Studi Kasus di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Desa Ketanda merupakan daerah penghasil gula merah di Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas, meskipun demikian para perajin gula merah di Desa Ketanda belum mendapatkan keuntungan secara maksimal karena adanya perbedaan harga di tingkat produsen dengan harga di tingkat konsumen akhir yang relatif tinggi, sedangkan saluran pemasarannya relatif pendek. Penelitian ini bertujuan untuk : (1)mengetahui marjin pemasaran gula merah pada setiap saluran pemasaran di Desa Ketanda, (2)mengetahui besarnya bagian harga yang diterima oleh perajin (farmer`s share), (3)mengetahui besarnya profit margin yang diterima oleh masing-masing pedagang pada setiap saluran pemasaran, (4)mengetahui efisiensi saluran pemasaran gula merah di Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas baik secara operasional maupun efisiensi harga. Pengambilan data dilakukan di Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas dan dilaksanakan pada 30 September 2016 sampai 30 November 2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling untuk perajin dan Snowball sampling untuk pedagang pengepul dan pengecer. Jumlah responden perajin yang diambil sebanyak 84 orang, 3 orang pedagang pengepul dan 7 orang pedagang pengecer. Metode analisis menggunakan analisis marjin pemasaran, farmer’s share, profit margin analisis elastisitas transmisi harga. Hasil analisis menunjukan bahwa marjin pemasaran gula merah di Desa Ketanda di setiap saluran pemasaran yaitu : saluran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp2.000,00 per kilogram dan saluran II memiliki marjin pemasaran sebesar Rp1.500,00 per kilogram. Farmer’s share saluran pemasaran I sebesar 85,18 persen, dan saluran pemasaran II sebesar 88,89 persen, dengan demikian saluran pemasaran II lebih efisien daripada saluran pemasaran I. Profit margin pedagang pengumpul pada saluran I sebesar 5,22 persen sedangkan pedagang pengecer sebesar 5,81 persen. Profit margin pedagang pengecer pada saluran II sebesar 10,37 persen. Efisiensi harga dalam pemasaran gula merah di Desa Ketanda Kecamatan sumpiuh Kabupaten Banyumas belum efisien. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Ketanda village is a sugar-producing area in Sumpiuh Sub-district of Banyumas District, although the brown sugar craftsmen in Ketanda Village have not maximized profits due to price differences at the producer level with relatively high end consumer price, while the marketing channel is relatively short. This study aims to: (1) know the marketing margin of brown sugar in every marketing channel in Ketanda Village, (2) to know the size of the price received by craftsmen (farmer's share), (3) to know the profit margin received by each (4) to know the efficiency of red sugar marketing channel in Ketanda Village, Sumpiuh Sub-district, Banyumas Regency, both operational and price efficiency. The data was collected at Ketanda Village, Sumpiuh Sub-district, Banyumas District, and was conducted on 30 September 2016 until 30 November 2016. Sampling was done by Stratified Random Sampling method for crafters and Snowball sampling for merchant collectors and retailers. The number of craftsmen respondents taken as many as 84 people, 3 merchant collectors and 7 sellers merchants. The analytical method uses the analysis of marketing margin, profit margin, farmer's share, price transmission elasticity analysis. The analysis shows that the marketing margin of brown sugar in Ketanda Village in each marketing channel is: channel I has marketing margin of Rp2.000,00 per kilogram and channel II has marketing margin of Rp1,500,00 per kilogram. Farmer's share of marketing channel I is 85.18 percent, and marketing channel II is 88.89 percent, thus marketing channel II is more efficient than marketing channel I. Profit margin of collector on channel I is 5.22 percent while retailer is 5 , 81 percent. The profit margin of retailers on channel II is 10.37 percent. Price efficiency in marketing of brown sugar in Ketanda Village Sumpiuh sub-district Banyumas district has not been efficient yet. |
| Kata kunci | efisiensi, gula merah, marjin pemasaran, farmer’s share, profit margin, saluran pemasaran. |
| Pembimbing 1 | Ir. H. Adwi Herry K.E.,M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Hj. Pudji Hastuti P.,M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 70 |
| Tgl. Entri | 2017-06-01 03:22:21.958281 |