Artikel Ilmiah : G1A013100 a.n. DESTI NISWATUN KHAMDAN

Kembali Update Delete

NIMG1A013100
NamamhsDESTI NISWATUN KHAMDAN
Judul ArtikelHUBUNGAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA PEMBUAT BATU
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Pekerjaan membuat batu bata merupakan salah satu pekerjaan
yang rentan mengakibatkan penyakit akibat kerja. Proses pembuatan batu bata
menghasilkan kadar debu yang tinggi sehingga berpotensi mengakibatkan
gangguan fungsi paru pada pekerjanya. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD)
atau masker merupakan salah satu usaha untuk melindungi sistem pernafasan dari
paparan debu yang diakibatkan oleh proses pembuatan batu bata
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pemakaian APD
dengan gangguan fungsi paru pada pekerja pembuat batu bata
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain
cross-sectional. Subjek penelitian merupakan 41 pekerja pembuat batu bata di
Desa Dawuhan Purbalingga yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan
dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengukuran fungsi paru dilakukan
dengan menggunakan spirometer. Analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square
untuk membandingkan hubungan pemakaian APD dengan gangguan fungsi paru
Hasil: Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara
pemakaian APD dengan gangguan fungsi paru pada pekerja pembuat batu bata
p= 0,031 (p = <0,05). Jumlah pekerja yang mengalami gangguan fungsi paru
adalah 15 orang (36,58%), sedangkan jumlah pekerja yang memiliki fungsi paru
normal adalah 26 orang (63,41%)
Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara
pemakaian APD dengan gangguan fungsi paru pada pekerja pembuat batu bata.
Pekerja pembuat batu bata yang tidak menggunakan APD saat bekerja memiliki
kemungkinan lebih besar mengalami gangguan fungsi paru dibandingkan pekerja
yang menggunakan APD.
Abtrak (Bhs. Inggris)Backround: Brick-worker is at risk of occupational disease. The brick making process produces high level of dust as it may resulted in lung function impairment in the workers. Personal protective equipment or mask usage is aimed to protect brick-workers from dust exposure that produced by the brick-making process
Objective: The aim of this study was to understand the correlation between personal protective equipment usage and lung function impairment in brick factory workers
Methods: This study was analytic observational research with cross sectional design. Subject of this study was 41 brick-workers in Desa Dawuhan Purbalingga who met the inclusion and exclusion criteria and were chose by consecutive sampling method. Lung function was measured by spirometry. The bivariat data were analyzed using Chi-square test to understand the correlation understand the correlation between personal protective equipment usage and lung function impairment
Result: Result of this study showed that there was significant correlation between personal protective equipment usage and lung function impairment, p=0,031 (p=<0,05). 15 subjects (36,58%) had lung function impairment, and 26 subjects (63,41%) had normal lung function
Conclusions: This research conclude that there is correlation between personal protective equipment usage and lung function impairment in brick factory workers. Brick-workers who do not use personal protective equipment are at higher risk of having lung function impairment than the workers who use one.
Kata kunciAlat Pelindung Diri, Gangguan Fungsi Paru, Spirometri, Pekerja Batu Bata
Pembimbing 1dr. Khusnul Muflikhah, M.Sc
Pembimbing 2Dr. dr. Nendyah Roestijawati, M.KK
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2017-04-28 17:32:34.933592
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.