| NIM | C1C013120 |
| Namamhs | AYIZA KHANSA PRIJONO |
| Judul Artikel | Analisis Praktik Akuntansi Aset biologis pada Perusahaan Perkebunan Tercatat di BEI Berbasis PSAK 69 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik akuntansi aset biologis yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan perkebunan tercatat di BEI yang kemudian dibandingkan dengan standar yang akan berlaku yaitu PSAK 69. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan solusi atas perbedaan yang ada antara praktik akuntansi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan PSAK 69. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan content analysis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan content analysis dan kemudian diolah di Nvivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara praktik akuntansi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan PSAK 69 baik dari segi pengakuan, pengukuran, maupun pengungkapan. Perbedaan dalam hal pengukuran merupakan perbedaan yang paling signifikan terlihat dimana pada kenyataan perusahaan-perusahaan mengukur aset biologisnya pada harga perolehan sedangkan PSAK 69 mensyaratkan pengukuran aset biologis pada nilai wajar. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to analyze the accounting practice for biological assets conducted by plantation companies that listed in Indonesia Stock Exchange and then compared to a standard that would be applied, PSAK 69. This study also aims to provide solutions on the differences between accounting practice by companies and PSAK 69. This research is a qualitative research with content analysis approach. The data that is used in this research is secondary data. The data analysis technique used is content analysis and then processed to Nvivo. The result shows that there are differences between accounting practice conducted by companies and PSAK 69 in terms of recognition, measurement, and disclosure. The differences in measurement is the most significant differences where in reality companies measure their biological assets at cost, while PSAK 69 requires the measurement of biological assets at fair value. |
| Kata kunci | PSAK 69, aset biologis, nilai wajar, perkebunan, pengakuan, pengukuran, pengungkapan |
| Pembimbing 1 | Dr. Margani Pinasti, SE, M.Si, Ak, CA |
| Pembimbing 2 | Drs. I Wayan Mustika, M.Si, Ak |
| Pembimbing 3 | Drs. Agus Sunarmo, MM, Ak |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 22 |
| Tgl. Entri | 2017-04-26 15:13:42.062025 |
|---|