Artikel Ilmiah : E1A011102 a.n. MUHAMMAD ABDU ROBBY
| NIM | E1A011102 |
|---|---|
| Namamhs | MUHAMMAD ABDU ROBBY |
| Judul Artikel | PERBANDINGAN KONSEP DEMOKRASI PADA PIAGAM MADINAH DENGAN KONSEP DEMOKRASI DALAM UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan yang terdapat dalam pancasila sila ke-4 mengamanatkan untuk menggunakan musyawarah dalam menyelesaikan perkara ketatanegaraan indonesia. Pacasila sebagai sumber hukum negara indonesia haruslah di jadikan acuan dalam pembuatan Peraturan Perundan-Undangan sehingga nilai-nilai dalam pancasila dapat dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Piagam Madinah dalam menjalankan sistem pemerintahannya menggunakan musyawarah dalam menyelesaikan perkara ketatanegaraan dan kehidupan sosialnya, sehingga dari masyarakat yang majemuk dapat terlahir masyarakat madani yang sangat pluralis karena terdapat banyak kabilah dan suku didalamnya. Kemerdekaan indonesia tidak terlepas dari gerakan-gerakan islam yang berjuang melawan penjajah, yang mana dalam pergerakan islam sendiri menggunakan musyawarah dalam menjalankan dan menghidupkan gerakannya tersebut. Dengan demikian apakan Indonesia menggunakan Musyawarah dalam menjalankan sistem pemerintahannya sesuai dengan amanat dari pancasila sila ke-4. Peneliltian ini bertujuan untuk menganalisis Konsep Demokrasi dalam Piagam Madinah dan Konsep Demokrasi dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menganalisis perbandingan antara Konsep Demokrasi dalam Piagam Madinah Dengan Konsep Demokrasi dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan menggunakan metode pendekatan Perundang-Undangan (Legal Approach), Pendekantan Perbandingan (Comparation Approach) dan pendekatan Konsep tuan (Conceptual Approach. Hasil dari penelitian ini akan memaparkan Konsep Demokrasi dalam Piagam Madinah dan Konsep Demokrasi dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta memaparkan Perbandingan dalam kelebihan dan kekurangan antara Konsep Demokrasi dalam Piagam Madinah dan Konsep Demokrasi dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACK Democracy guided by wisdom in the unanimity of the representative there in pancasila sila 4 obliged to use the consultation in completing the Indonesian constitutional matters. Pacasila as a source of the laws of the state of Indonesia must be in the set as the reference for legislatif to makeing rule so that the values in pancasila can be implemented in the nationhood and statehood. The Medina Charter in running the system of government use of consultation in the complete constitutional matters and his social life, so that from the pluralistic society can be born civil society that very pluralist because there are many kabilah and tribes therein. The independence of Indonesia does not escape from the Islamic movements that fought against the colonialists, which is in the movement of islam itself using deliberation in running and turn on the gliding. Thus the harm Indonesia using deliberation in running the system of government in accordance with the mandate of the pancasila silla 4. This research aims to analyze the concept of democracy in the Medina Charter and the concept of democracy in the Constitution of the Republic of Indonesia in 1945, and analyzing the comparison between the concept of democracy in the Medina Charter with the concept of democracy in the Constitution of the Republic of Indonesia 1945 using approach methods legal Approach, Comparison approach and conceptual approach. The results of this research will present the concept of democracy in the Medina Charter and the concept of democracy in the Constitution of the Republic of Indonesia in 1945, and presenting the comparison in the advantages and disadvantages between the concept of democracy in the Medina Charter and the concept of democracy in the Constitution of the Republic of Indonesia in 1945. |
| Kata kunci | Piagam Madinah, Undang-Undang Dasart Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Demokrasi (pemilu), Musyawarah |
| Pembimbing 1 | H. Ahmad Komari, S.H.,M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Tenang Haryanto, S.H.,M.H. |
| Pembimbing 3 | Dr.Riris Ardhanariswari,S.H.,M.H. |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2017-04-25 19:35:00.971994 |