| NIM | G1A013031 |
| Namamhs | ARINA KHAIRUNISA |
| Judul Artikel | HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KONTRASEPSI ORAL KOMBINASI DAN PENINGKATAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI DI PUSKESMAS PURWOKERTO TIMUR |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pemerintah Indonesia menjalankan program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan peningkatan jumlah penduduk di Indonesia. Metode pil atau kontrasepsi oral kombinasi menduduki peringkat kedua pengguna terbanyak setelah metode suntik. Masalah yang paling umum dilaporkan pemakai kontrasepsi oral kombinasi adalah sakit kepala dan peningkatan berat badan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara penggunaan kontrasepsi oral kombinasi terhadap peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada akseptor kontrasepsi di Puskesmas Purwokerto Timur. Penelitian ini menggunakan studi analisis observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah akseptor kontrasepsi oral kombinasi dan IUD (non-hormonal) di Puskesmas Purwokerto Timur periode Januari 2016-Januari 2017 menggunakan teknik consecutive sampling. Didapatkan 70 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. IMT dinilai menggunakan standar WHO 2004. Data univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan data bivariate disajikan dalam tabel. Penggunaan kontrasepsi oral kombinasi berpengaruh terhadap peningkatan Indeks Massa Tubuh (p=0,0001). Subjek kelompok kontrasepsi oral kombinasi memiliki rerata peningkatan IMT sebesar 2,1 kg/m2, sedangkan kelompok IUD mengalami penurunan IMT sebesar 0,1 kg/m2 selama satu tahun pemakaian kontrasepsi. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi oral kombinasi dan peningkatan IMT pada akseptor kontrasepsi di Puskesmas Purwokerto Timur |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Indonesian government starts Keluarga Berencana (KB) program to suppress the rising number of Indonesian civil. Pill or combination of oral contraceptive is second most likely used contraception after DMPA/injection method. Most of combination oral contraceptive users have problems with headache and weight gain. The aim of this study was to know the correlation between combination oral contraceptive usage and the increase of Body Mass Index (BMI) of contraceptive user in East Purwokerto Puskesmas. This study used analytic observational method with cross-sectional approach. The subjects of this study were combination oral contraceptive users and IUD (non-hormone contraceptive) users in East Purwokerto Puskesmas from January 2016-January 2017 period with consecutive sampling. There are 70 women that matched inclusion and exclusion criteria. The BMI was calculated with WHO 2004 standard. Univariate data were explained in frequency distributive table and bivariate data were explained in table. The usage of combination oral contraceptive had a correlation to the increased of Body Mass Index (p= 0, 0001). The average of BMI increase in combination oral contraceptive users was 2,1 kg/m2, meanwhile BMI in IUD users were decreased 0,1 kg/m2 for one year of contraceptive usage. There was a correlation between combination oral contraceptive usage and the increase of BMI of contraceptive users in East Purwokerto Puskesmas. |
| Kata kunci | Kontrasepsi Oral Kombinasi, Indeks Massa Tubuh |
| Pembimbing 1 | dr. Hardjono Purwadhi, Sp.OG |
| Pembimbing 2 | dr. Dwi Arini Ernawati, MPH |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 58 |
| Tgl. Entri | 2017-04-17 22:28:32.859862 |
|---|