Artikel Ilmiah : A1C111027 a.n. RULY DWI OCTAVIANY
| NIM | A1C111027 |
|---|---|
| Namamhs | RULY DWI OCTAVIANY |
| Judul Artikel | FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN SAWAH KE NON PERTANIAN DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Alih fungsi lahan tidak dapat dihindari dalam pelaksanaan pembangunan, namun perlu dikendalikan. Peningkatan kebutuhan lahan akibat dari semakin tingginya aktivitas perekonomian secara langsung maupun tidak langsung telah menyebabkan terjadinya pengurangan luas lahan pertanian. Konversi lahan sawah ke penggunaan non pertanian yang terjadi di Kabupaten Banyumas memiliki tingkat opportunity cost yang besar, sehingga penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perkembangan konversi lahan sawah ke non pertanian di Kabupaten Banyumas tahun 1990-2015 (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konversi lahan sawah ke non pertanian di Kabupaten Banyumas (3) Meramalkan konversi lahan sawah di Kabupaten Banyumas tahun 2016-2020. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2016 di Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif laju alih fungsi lahan sawah, analisis regresi linier berganda, dan analisis trend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Luas lahan sawah di kabupaten Banyumas pada periode 1990-2015 secara umum terjadi penurunan lahan sawah sebesar 2802 hektar atau sekitar 112 hektar per tahun. Dengan adanya konversi lahan sawah tersebut mengubah luas lahan sawah di Kabupaten Banyumas pada tahun 1990 seluas 34.594 hektar menjadi 33.043 hektar pada akhir tahun 2015. (2) Faktor-faktor yang terbukti berpengaruh nyata terhadap konversi lahan sawah adalah variabel laju pertumbuhan penduduk, kontribusi PDRB Pertanian, laju pertumbuhan luas lahan pemukiman dan variabel yang berpengaruh tidak nyata adalah variabel produktivitas padi sawah. (3) Hasil peramalan tahun 2016- 2020 lahan sawah terus mengalami konversi tetapi dalam jumlah yang menurun. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Land use can not be avoided in the implementation of development, but it needs to be controlled. The increase in land requirements resulting from increasing economic activity directly or indirectly, has led to a reduction in the agricultural area. Wetland conversion to non-agricultural use which occurs in Banyumas has a level of opportunity cost is huge, so this study aims to (1) the progress of wetland conversion to non-agricultural in Banyumas 1991-2015 (2) to analyze factors Factors affecting wetland conversion to non-agricultural in Banyumas (3) foresees wetland conversion in Banyumas years 2016-2020. The study was conducted in April-June 2016 in Banyumas. The method of collecting area of research done purposively. The data used is secondary data. Data analysis method used is descriptive analysis over the rate of wetland function, multiple linear regression analysis, and trend analysis. The results showed that: (1) The area of wetland in Banyumas in the period 1990-2015 in general decline for 2802 hectares of paddy fields, or about 112 hectares per year. With the conversion of the wetland area of wetland change in Banyumas in 1990 covering an area of 34 594 hectares to 33 043 hectares by the end of 2015. (2) Factors that proved to significantly affect wetland conversion is a variable rate of population growth, the GDP contribution of Agriculture , the growth rate of residential land area and the variables that are not real is variable productivity of paddy rice. (3) The results of the 2016- 2020 forecast of wetland conversion but steadily declining in number. |
| Kata kunci | konversi lahan, peramalan, trend |
| Pembimbing 1 | Ir. Tatang widjojoko, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ratna Satriani, S.P. M.Sc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 76 |
| Tgl. Entri | 2017-04-08 03:20:48.907993 |