Artikel Ilmiah : A1C111026 a.n. RISTA KEN MAESI
| NIM | A1C111026 |
|---|---|
| Namamhs | RISTA KEN MAESI |
| Judul Artikel | PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP KONSUMSI BERAS RUMAH TANGGA TANI PENERIMA RASKIN DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kerawanan pangan di berbagai daerah merupakan ancaman serius bagi ketahanan pangan di masa yang akan datang. Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kecamatan yang termasuk dalam kategori rawan pangan. Jumlah penduduk Kecamatan Kebasen sebanyak 57.262 orang, memiliki jumlah keluarga pra sejahtera yang masih tinggi yaitu sebanyak 15.744 Kepala Keluarga dan memiliki jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat sebanyak 5.008 Kepala Keluarga. Sebagian besar penduduk Kecamatan Kebasen memiliki matapencaharian sebagai petani/buruh tani yaitu sebanyak 15.749 orang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menghitung besarnya pendapatan rumah tangga tani penerima raskin di Kecamatan Kebasen, (2) Menghitung besarnya konsumsi beras dan ketersediaan beras rumah tangga tani penerima raskin di Kecamatan Kebasen, (3) Menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap konsumsi beras rumah tangga tani di Kecamatan Kebasen. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan sasaran penelitian rumah tangga tani penerima bantuan raskin (beras miskin) yang diambil berdasarkan data yang diperoleh dari Daftar Penerima Manfaat (DPM) tahun 2014 di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Metode sampling yang digunakan adalah metode simple random sampling, dari hasil perhitungan didapatkan 63 sampel. Variabel yang diteliti yaitu komsunsi dan ketersediaan beras, pendapatan, pengetahuan gizi, matapencaharian, jumlah anggota keluarga, harga beras dan harga barang substitusi (singkong). Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan, analisis ketersediaan beras, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata pendapatan rumah tangga tani Kecamatan Kebasen sebesar Rp1.750.000 per bulan dengan rata-rata pengeluaran pangan sebesar Rp587.000 per bulan. Pengeluaran pangan untuk konsumsi beras sebesar Rp273.500 atau setara dengan 35kg per bulan. (2) Ketersediaan beras rumah tangga tani penerima raskin di Kecamatan Kebasen sebanyak 30kg – 39kg setiap bulan. Rata-rata besarnya konsumsi beras rumah tangga tani sebanyak 33,25kg per bulan. Rata-rata jumlah anggota keluarga di Kecamatan Kebasen sebanyak 4 orang dan besarnya konsumsi beras untuk satu orang setiap harinya adalah 300gram. Besarnya rata-rata konsumsi beras untuk 4 orang adalah 1,2kg setiap harinya. (3) faktor yang berpengaruh yaitu jumlah anggota keluarga, dimana setiap penambahan jumlah anggota keluarga sebesar satu orang, akan menaikkan jumlah konsumsi beras sebesar 9,507kg karena rumah tangga tani Kecamatan Kebasen lebih memilih beras sebagai makanan utama dan harga beras, dimana setiap kenaikkan harga beras sebesar satu rupiah, akan menurunkan konsumsi beras sebesar 0,003kg. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Food insecurity in many regions constitute a serious threat to food security in the future. Kebasen district of Banyumas regency is one of the district included in the category of less food and has a number of poor families are still high. So this research aim to (1) calculate the amount of rice farmers’ income and consumption in the district Kebasen of Banyumas regency. (2) Analyze the influence of socio-economic factors on rice consumption farmers in the district Kebasen of Banyumas regency. The research method used is survey method with the purpose of research farmer beneficiaries raskin (berasmiskin) are taken based on the data obtained from the list of DaftarPenerimaManfaat (DPM) 2014 in the district Kebasen of Banyumas regency. The sampling method used is simple random sampling method, calculation results obtained from 63 samples. The variables studied were komsunsi rice, income, nutrition knowledge, the livelihood, the number of family members, the price of rice and the prices of substitutes (cassava). Data analyze method use is the analysis of income, analysis of the availability of rice, and multiple linear regression analysis. The results showed: (1) The average income of farmers in the Kebasen district amounted Rp1.750.000 per mont with the average food expenditure amounted Rp587.000 per month where the most food expenditureused for the consumption of rice amounted Rp273.492,063 per month. Consumption of rice farmer in the Kebasen district have an average of as much as 33,25kg per month per family. (2) The factors that affect the number of family members, where each additional number of family members by one person, will increase the amount of rice consumption of 9.507kg for farmer’s Kebasen district prefer rice as a main meal and rice prices. Therefore a rice price increase of one rupiah, will reduce the consumption of rice by 0,003kg. |
| Kata kunci | KONSUMSI BERAS, SOSIAL EKONOMI |
| Pembimbing 1 | Ir. Bambang Sumanto, M. Sc |
| Pembimbing 2 | Ir. Tatang Widjojoko, M. P |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 2 |
| Tgl. Entri | 2017-03-17 22:59:47.637647 |