| NIM | H1F012017 |
| Namamhs | ALFIN FADIL AZIZ |
| Judul Artikel | GEOLOGI DAN STUDI GENESA BATUGAMPING DAERAH BANJARHARJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KALIBAWANG, KABUPATEN KULONPROGO, YOGYAKARTA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Lokasi penelitian berada di daerah Banjarharjo dan sekitarnya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta dengan luas 40 km2 yang berada pada koordinat UTM WGS 84 X: 412000–420000 dan Y: 9147700–9152700. Terdapat batugamping Formasi Jonggrangan dan Formasi Sentolo yang memiliki perbedaan karakteristik lingkungan fasies pengendapan dan lingkungan diagenesis. Produk dari lingkungan diagenesis dapat terlihat melalui pengamatan petrografi. Urutan satuan batuan pada daerah penelitian dari yang tua ke muda adalah satuan breksi andesit piroksen berumur Oligosen Atas yang setara dengan Formasi Kebo Butak dan diendapkan pada lingkungan marine. Satuan batugamping masif dan batugamping berlapis diendapkan secara menjari, tidak selaras di atas satuan breksi andesit piroksen. Satuan batugamping masif yang berumur Miosen Tengah setara dengan Formasi Jonggrangan dengan lingkungan inner shelf. Sedangkan batugamping berlapis berumur Miosen Tengah setara dengan Formasi Sentolo dan diendapkan pada lingkungan lower shelf. Aktivitas Gunung Api Menoreh pada umur Miosen Akhir menyebabkan pengendapan satuan breksi andesit hornblende, diendapkan secara tidak selaras di atas satuan batugamping masif dan batugamping berlapis. Pada kala pleistosen akhir lingkungan berubah menjadi danau, kemudian diendapkan satuan batulempung hitam yang berumur 22.000 tahun yang lalu. Aktivitas Gunung Api Kuarter Merapi Muda pada kala Pleistosen menyebabkan pengendapan satuan breksi laharik. Satuan ini diendapkan secara selaras di atas satuan batulempung hitam. Satuan koluvial diendapkan secara tidak selaras diatas semua satuan yang diendapkan sampai sekarang. Lingkungan fasies satuan batugamping masif dan satuan batugamping berlapis dilihat dari keberadaan fosil pada pengamatan petrografi. Pengamatan petrografi juga menunjukan bahwa proses-proses diagenesis yang terjadi pada kedua satuan batugamping berupa mikritisasi mikrobial, sementasi, pelarutan, neomorfisme, dan kompaksi. Lingkungan diagenesis yang dilihat dari pengamatan petrografi, yaitu lingkungan diagenesis dengan urutan marine phreatic, burial, meteoric phreatic, dan meteoric vandose. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Research site is in the Banjarharjo area and surrounding, Kalibawang District, Kulonprogo Regency, Yogyakarta with an area of 40 Km2 located in the coordinates UTM WGS 84 X: 412000–420000 and Y: 9147700–9152700. There are limestone Formations Jonggrangan and Formations Sentolo have different environmental characteristics depositional facies and diagenesis environment. Products from diagenesis environment can be seen through petrographic observations. The arranged lithology in research site from oldest to youngest is are andecite breccia pyroxen unit was deposited in Upper Oligocene which equal with Kebo Butak Formation and deposited in the Marine environment. Limestone massive and Limestone bedding unit were deposited interfinger, unconformity above andecite breccia pyroxen unit. Limestone massive unit which as deposited on Middle Miocene is equal with Jonggrangan Formation in the Inner Neritic – Midddle environment. Whilst, Limetone bedding unit also deposited Middle Miocene which is equal to Sentolo Formation and deposited in the Middle Neritic environment. Menoreh volcanic in the Late Miocene lead to sedimentation of andecite breccia hornblende unit which depoited unconformity above Limetone massive and Limestone bedding unit. Sedimentary environment changed to lakes on the late Pleistocene and Black-Claystone unit which aged 22.000 years ago was deposited. Volcanic younger merapi in the Pleitocene lead to sedimentation Laharic breccia unit. This unit was deposited conformably above Black-Claystone unit. Colluvial unit was deposited unconformity above all unit up to Recent. The different of lithology characteristics indicates different facies environment deposited. Facies environment Limestone massive unit and Limestone bedding unit are viewed from the presence of fosil in petrographic. Petrographic observation also indicates that diagenetic processes which occur on both limestone unit are micritisasi microbial, cementation, disolution, neomorfisme, and compaction. The arranged iagenesis environment which in seen by petrographic are marine phreatic, burial, meteoric phreatic, and meteoric vandose. |
| Kata kunci | Batugamping, Menjari, Lingkungan Fasies, Diagenesis, Petrografi. |
| Pembimbing 1 | Dr. Rachmad Setijadi, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Asmoro Widagdo, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2017-02-28 01:02:02.206875 |
|---|