Artikel Ilmiah : I1F015057 a.n. RESTUTI

Kembali Update Delete

NIMI1F015057
NamamhsRESTUTI
Judul Artikelhubungan pembesaran limpa dengan penurunan hemoglobin pada pasien thalassemia di RSUD Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Abstrak
Latar belakang Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah secara genetik akibat kekurangan atau penurunan produksi pembentukkan hemoglobin karena adanya gangguan sintesis rantai globin. World Health Organization (WHO), (2012) menyatakan kurang lebih 7% dari penduduk dunia mempunyai gen thalassemia. Kasus thalassemia di Indonesia tahun 2016 tercatat 7.238 orang. Data di RSUD Banyumas September 2016 tercatat 387 orang, 75% dengan pembesaran limpa dan 1,5 % pasien disertai penurunan hemoglobin yang cepat dan 73,5% tanpa penurunan hemoglobin cepat. Sehingga peneliti ingin mengetahui hubungan pembesaran limpa dengan penurunan hemoglobin dan belium ada data akurat tentang adanya hubungan pembesaran limpa dengan penurunan hemoglobin.
Metode penelitian penelitian ini menggunakan studi potong lintang, penelitian dilaksanakan di ruang thalassemia RSUD Banyumas, sampel pasien thalassemia yang memenuhi kriteria inklusi. Besar sampel sebanyak 79 orang diperoleh dengan teknik purposive sample. Pengukuran pembesaran limpa dilakukan dengan skala schuffner dan kadar hemoglobin dengan alat hematologi analyzer pada 79 responden, untuk mengetahui hubungan antara pembesaran limpa dengan penurunan kadar hemoglobin menggunakan uji korelasi Pearson.
Hasil: Pembesaran limpa rata-rata 2,4 skala schuffner dan rata-rata penurunan hemoglobin 4,2gr/dL. Hasil uji korelasi Pearson dengan p value 0.00 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pembesaran limpa dengan penurunan kadar hemoglobin pada pasien thalassemia.
Kesimpulan: Apabila limpa semakin membesar maka penurunan hemoglobin semakin cepat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background of Study Thalassemia is a genetic blood disorder caused by lack of or reduction in the hemoglobin production due to mutation of globin chain synthesis. World Health Organization (WHO), (2012) state approximately 7% of the world population. Thalassemia cases in Indonesia in 2016 recorded 7238 people. Data in Banyumas Hospital September 2016 recorded 387 people, 75% with an enlarged spleen and 1.5% of patients with decreased hemoglobin quick and 73.5% without degradation of hemoglobin quickly. The question is there a correlation between a enlarged spleen with decrease in hemoglobin level?. The study aimed to determine the correlation between an enlarged spleen with a decrease in hemoglobin level in patients with thalassemia at Banyumas Hospital.
Research Method This research use cross-sectional method, the research carried out in the Banyumas Hospital, thalassemia patient samples that met the inclusion criteria. A sample size of 79 is obtained by using purposive sample. Measurements made with an enlarged spleen schuffner scale and hemoglobin levels with the tools hematology analyzer in 79 respondents, to determine the correlation between an enlarged spleen with decreased hemoglobin using Pearson correlation test.
Result: Enlarged spleen average of 2.4 schuffner scale and an average decrease in hemoglobin 4,2gr / dL. The results of Pearson correlation test with p value 0.00 which means there is a significant correlation between an enlarged spleen with a decrease in hemoglobin in patients with thalassemia. The conclusion that if the spleen is getting bigger then decreases in hemoglobin becoming increasingly rapid.

Kata kuncikadar hemoglobin, splenomegali, thalassemia
Pembimbing 1Dr. Saryono, S.Kp, M.Kes
Pembimbing 2Ns. Sidik Awaludin, M.Kep, Sp. Kep.MB
Pembimbing 3Atyanti Isworo, S. Kep., Ns., M. Kep., Sp.KMB
Tahun2017
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2017-02-24 12:38:50.368492
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.