Artikel Ilmiah : F1D012018 a.n. LISTIYAWATI
| NIM | F1D012018 |
|---|---|
| Namamhs | LISTIYAWATI |
| Judul Artikel | PEMBENTUKAN DESA TANGGUH BENCANA DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Pembentukan Desa Tangguh Bencana Dalam Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten Banjarnegara, dengan maksud 1) Memahami dan mendeskripsikan pembentukan destana dalam pengurangan risiko bencana tanah longsor diKabupaten Banjarnegara; 2) Mengetahui serta menjelaskan siapa saja aktor yang terlibat dalam pembentukan destana dalam pengurangan risiko bencana tanah longsor; 3) Mengetahui serta menjelaskan faktor apa saja yang mendorong dan menghambat pembentukan desa tangguh bencana dalam pengurangan risiko bencana tanah longsor. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma non positivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pembentukan Desa Tangguh Bencana dilakukan melalui 1). Sosialisasi kebencanaan; 2). Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana; dan 3). Simulasi bencana. Kemudian terdapat aktor-aktor dalam pengurangan risiko bencana di Kabupaten Banjarnegara yaitu masyarakat, pemerintah, dan LSM. Upaya pembentukan Destana dalam pengurangan risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, juga tidak bisa dilepaskan dari adanya faktor-faktor yang mendorong dan faktor-faktor yang menghambat upaya pembentukan Desa Tangguh Bencana tersebut. Faktor pendorongnya yaitu adanya potensi ancaman bencana dan juga adanya kebijakan yakni Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana No 1 Tahun 2012 Tentang pedoman umum pembentukan Desa Tangguh Bencana. Selain faktor pendorong juga terdapat faktor penghambat yaitu rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia dan minimnya anggaran dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana. Adanya pembentukan desa tangguh bencana ini diharapkan masyarakat tidak saja menjadi objek dari proses tetapi dapat terlibat secara aktif dalam mengkaji, menganalisa, menangani, memantau dan mengevaluasi upaya-upaya pengurangan risiko bencana didaerahnya dengan memaksimalkan sumberdaya lokal yang ada. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa upaya pembentukan desa tangguh bencana dalam pengurangan risiko bencana di Kabupaten Banjarnegara belum berjalan dengan maksimal. Hal tersebut terkait dengan program Destana yang merupakan program yang di desentralisasikan. Di mana, pemerintah daerah dalam hal ini BPBD Kabupaten Banjarnegara mempunyai tanggung jawab dalam pembentukan Destana. Kata Kunci: Desa Tangguh Bencana, Pengurangan Risiko Bencana, Tanah Longsor |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research-based paper aims at explain on the Establishment of Resilient Village Landslides Disaster Reduction in Banjarnegara district. The purpose of this study are to 1) Understand and describe the destana formation landslides risk disaster reduction in Banjarnegara; 2) Determine and explain actors who involved in the destana formation landslide risk disaster reduction in Banjarnegara; 3) Know and explain any contextual factors that drive and inhibit the Destana formation landslide risk disaster reduction in Banjarnegara. By using a qualitative method and study approach in the framework of the structuralist perspective and the non positivism paradigm, the result of the research reveals that the establishment of the Disaster Resilient Village conducted through 1). Socialization disaster; 2). Establishment of the Forum for Disaster Reduction; and 3). Disaster simulation. Actors who involved are society, government, and NGOs. The Establishment of Resilient Village Landslides Disaster Reduction in Banjarnegara district can not be separated from drive and hinder factors to establish the Disaster Relient Village. The push factor is the existence of potential disaster and policy of the Head of Disaster Resilient Village. The hinder factors are low quality of human resources and lack of budgeting in the establishment of the Disaster Reduction hoe that community notonly be object of the process but activitely involved in reviewing, analyzing,handling, monitoring and evaluating efforts to reduce disaster risk in their region by maximizing existing local resources. The conclusion of this study is that effort to establish a disaster resilient village in disaster risk reduction in Banjarnegara district has not gone up. Destana is a decentralized program. In this case, local government BPBDs Banjarnegara district has a responsibility in the formation of Destana. Keywords: Disaster Resilient Village, the Regional Disaster Risk Reduction, soil erosion |
| Kata kunci | Desa Tangguh Bencana, Pengurangan Risiko Bencana, Tanah Longsor |
| Pembimbing 1 | Triana Ahdiati, M.Si |
| Pembimbing 2 | Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP., M.A |
| Pembimbing 3 | Drs. Solahuddin Kusumanegara, M.Si |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 28 |
| Tgl. Entri | 2017-02-22 00:33:28.279838 |