Artikel Ilmiah : F1A012015 a.n. MARIS SINAMBELA

Kembali Update Delete

NIMF1A012015
NamamhsMARIS SINAMBELA
Judul ArtikelANAK PEREMPUAN DALAM ADAT BATAK TOBA
(STUDI TENTANG PANDANGAN WARGA BATAK TOBA DI PURWOKERTO MENGENAI ANAK PEREMPUAN)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Di Indonesia, budaya dan ideologi patriarki masih sangat kental mewarnai berbagai aspek kehidupan dan struktur masyarakat. Bila dilihat dari garis keturunan, masyarakat Batak Toba sebagai masyarakat yang patrilineal dalam hal ini posisi ayah atau bapak (laki-laki) lebih dominan dibandingkan dengan posisi ibu (perempuan). Dalam situasi semacam itulah sering kali muncul hal-hal yang merugikan perempuan seperti, berkuasanya maskulinitas dan oleh sebab itu, otoritas pengambilan keputusan yang dikuasai laki-laki.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat Batak Toba di Purwokerto tentang anak perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana sasaran penelitiannya dipilih berdasarkan teknik purposive. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan model analisis interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan warga Batak Toba di Purwokerto terhadap anak perempuan mengalami pergeseran karena mereka pergi merantau dari kampung halaman. Dalam perantauan tersebut mereka mengalami pergeseran nilai anak. Di dalam pembagian waris, secara adat Batak Toba perempuan tidak mendapatkan harta warisan dari orang tua. Namun, keluarga Batak Toba di Purwokerto beranggapan bahwa harta yang didapatkan dari hasil jerih payah mereka, ingin diberikan kepada anak-anaknya. Orang tua bekerja keras untuk memfasilitasi anaknya dan jikalau mereka meninggal nantinya, mereka menginginkan hartanya jatuh kepada anaknya, tanpa memandang perempuan atau laki-laki. Tetapi, dalam pelaksanaan acara adat tidak ada pergeseran, laki-laki akan menjadi perumus dalam acara adat tersebut. Karena saat acara adat misalnya perkawinan akan dibutuhkan tulang (paman), juru hata (juru bicara). Para laki-lakilah yang akan merumuskan dan mengambil keputusan, namun perempuan dapat mengutarakan pendapat ketika ia dimintai pendapat akan sesuatu hal. Perempuan akan lebih membantu dalam hal-hal seperti persiapan makanan, dan minuman. Keputusan terbesar dan kendali terbesar akan dipegang oleh laki-laki. Perempuan dalam punguan (perkumpulan) memiliki kekuasaan yaitu (a) memberi pendapat, jika para laki-laki tidak dapat memutuskan sesuatu karena banyak pertimbangan, perempuan dimintai pendapat terkait hal tersebut. (b) menyaring pendapat yang telah diutarakan dalam punguan, karena awalnya pastilah perempuan hanya menjadi pendengar dan dari pembicaraan yang didengarkan, lalu perempuan dapat menyimpulkan pendapat yang ada. (c) pendamai jika terjadi ketidaksepakatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)In Indonesia, cultural and patriarchal ideology still very strongly influenced many aspects of life and the structure of society. When viewed from the lineage, Toba Batak as a patrilineal society makes a father (male) is more dominant compared to the mother (female). In such a situation, frequently occurs a harmful things such as, the reign of masculinity and therefore, decision-making authority that is dominated by men.
This study aims to find out the views of Batak Toba society in Purwokerto about girls. This study is a qualitative research, in which the targets were selected based on technique purposive research. The technique of collecting data by interview and documentation. Data analysis techniques used with an interactive model.
The results showed that there is a shift meaning about the girl in the views of citizens of Batak Toba who wander away from home. In the colony they experienced a shift in the value of the child. In the colony they experienced a shift in the value of the child. In the division of inheritance, as Batak Toba women get inheritance from parents. However, family Batak Toba in Purwokerto assume that the property obtained from the fruit of their labor, to be given to their children. Parents work hard to facilitate their children and if they died later, they wanted his fortune fell to their children, regardless of female or male. But, in the implementation of the customs there is no shift, men will be drafting in the custom event. Because when custom events for example wedding will be tulang (uncle), juru hata (spokesman). The men who will formulate and make decisions, but women can express an opinion when he polled would something. Women will be more help in matters such as the preparation of food, and drinks. The biggest decisions and control will be held by men. Women in punguan (associations) have the power: (a) give an opinion, if the man can not decide anything because a lot of consideration, the woman asked for opinions related to it. (b) Filtering opinions that have been expressed in punguan, because women must initially only be listeners and from conversations listened to, then women can conclude that there is opinion. (c) The conciliator in case of disagreement.
Kata kunciAnak perempuan, Adat Batak Toba.
Pembimbing 1Drs. Hendri Restuadhi, M.Si., MA(Soc).
Pembimbing 2Dr. Soetji Lestari, M.Si.
Pembimbing 3Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si.
Tahun2017
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2017-02-21 20:50:26.300852
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.