Artikel Ilmiah : G1F013048 a.n. NANDYA ARDYA GHARINI
| NIM | G1F013048 |
|---|---|
| Namamhs | NANDYA ARDYA GHARINI |
| Judul Artikel | AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM XANTIN OKSIDASE FRAKSI TAK LARUT N-HEKSAN DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.) SECARA IN VITRO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Hiperurisemia merupakan keadaan dimana terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah. Salah satu pengobatan hiperurisemia adalah dengan menghambat enzim xantin oksidase dalam proses pembentukan asam urat. Ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) telah terbukti dapat menghambat aktivitas enzim xantin oksidase dan telah dilaporkan mengandung flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid dan aktivitas penghambatan enzim xantin oksidase dari fraksi tak larut n-heksan (FTLH) daun srikaya (Annona squamosa L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan secara in vitro. Serbuk simplisia daun srikaya diekstraksi dengan etanol 96 %, kemudian dilakukan partisi dengan pelarut n-heksan. Uji identifikasi flavonoid pada FTLH daun srikaya menggunakan metode kromatografi lapis tipis dan pereaksi warna dengan analisis secara deskriptif. Pengujian FTLH daun srikaya konsentrasi 50, 100, 200, 300 dan 500 µg/mL terhadap penghambatan aktivitas xantin oksidase dilakukan menggunakan metode spektrofotometri dengan 3 kali replikasi. Dari data absorbansi yang diperoleh, dilakukan perhitungan persentase penghambatan selanjutnya dihitung rata-ratanya dari ketiga replikasi dan dinyatakan dalam ± SD. Kemudian dari data tersebut dilakukan analisis persamaan regresi linier sehingga diperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FTLH daun srikaya mengandung flavonoid. Persentase penghambatan aktivitas xantin oksidase oleh FTLH daun srikaya konsentrasi 20, 100, 200, 300 dan 500 µg/mL secara berturut-turut yaitu 5,50±0,16 %; 10,72±0,73 %; 14,75±0,47; 20,59±2,49 % dan 29,52±0,79 %. IC50 dari FTLH daun srikaya tidak dapat ditentukan karena konsentrasi yang diuji tidak mencapai konsentrasi yang menghambat enzim xantin oksidase sebanyak 50 %. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Hyperuricaemia is a situation which increase levels of uric acid in the blood. One of treatment hyperuricaemia is inhibits xanthine oxidase in uric acid formation process. Ethanolic extract srikaya leaf (Annona squamosa L.) has proven can inhibit activity xanthine oxidase and has been reported contain flavonoid. This study aims to determine flavonoid content and xanthine oxidase enzyme inhibition activity from n-hexane insoluble fraction (HIF) srikaya leaf (Annona squamosa L). This study was an experimental in vitro study. Simplicia powder of srikaya leaf were extracted with ethanol 96 % and then partitioned with n-hexane solvent. Identification of flavonoid in HIF srikaya leaf used thin layer chromatography and colour reagent with description analysis. Test of HIF srikaya leaf concentration of 50, 100, 200, 300 dan 500 µg/mL against xanthine oxidase enzyme Inhibition activity conducted use spectrophotometric method with three times replication. Data absorbance were obtain analyse to calculation of percentage inhibition then computed its average of three replication and expressed in ± SD. Then the data were analyzed linier regression equation to obtain IC50 values. The results showed that HIF srikaya leaf contained flavonoids. The percentage inhibition of xanthine oxidase activity by HIF srikaya leaf concentration of 50, 100, 200, 300 and 500 µg/mL, respectively were 5.50 ± 0.16%; 10.72 ± 0.73%; 14.75 ± 0.47; 20.59 ± 2.49% and 29.52 ± 0.79%. IC50 of HIF srikaya leaf could not be determined because there was not HIF in all concentration have inhibit enzyme xanthine oxidase as much as 50% |
| Kata kunci | fraksi tak larut n-heksan, daun srikaya, flavonoid, xantin oksidase, hiperurisemia |
| Pembimbing 1 | Dr. Sri Sutji Susilowati, M.Si., Apt. |
| Pembimbing 2 | Esti Dyah Utami, M.Sc., Apt. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2017-02-21 04:47:07.802612 |