Artikel Ilmiah : F1G013035 a.n. TRI BINTANG PAMUNGKAS

Kembali Update Delete

NIMF1G013035
NamamhsTRI BINTANG PAMUNGKAS
Judul ArtikelMEMAHAMI MAKNA TEKS-TEKS TEMBANG JAWA PADA KESENIAN TRADISIONAL EBEG DI BANYUMAS

Abstrak (Bhs. Indonesia)Skripsi berjudul Memahami Makna Teks-teks Tembang Jawa pada Kesenian Tradisional Ebeg di Banyumas mengambil latar belakang budaya dan kesenian tradisional yang memiliki cirri khas tertentu di Kabupaten Banyumas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penggambaran makna teks-teks tembang jawa pada kesenian ebeg.Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan makna pada lima teks-teks kesenian ebeg, yaitu Eling-eling, Ricik-ricik, Kuluh-kuluh, Gudril, Dawet Ayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan fokus penelitian yaitu mengkaji makna yang terdapat pada teks-teks tembang Jawa pada kesenian tradisional ebeg di Banyumas.Objek penelitian ini adalah teks teks tembang Jawa pada kesenian tradisional Ebeg yaitu Eling-eling, Ricik-ricik, Kuluh-kuluh, Gudril, Dawet Ayu.
Hasilpenelitian ini terdapat beberapa hal, diantaranya : Pertama, Teks pertama yaitu Eling-eling. Teks ini berisi petuah-petuah tentang kehidupan manusia untuk selalu ingat terhadap pencipta segala isinya yang ada di muka bumi ini yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Serta memberikan tuntunan bagi umat manusia di muka bumi, karena dengan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa ada batasan yang akan menjadi pertimbangan dalam melakukan berbagai hal.
Kedua yaitu Ricik-ricik. Teks ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga hubungan yang baik khususnya dengan anggota keluarga, melalui komunikasi yang baik pula dalam rangka menjalin silaturahmi, yang bertujuan untuk membina hubungan harmonis dalam keluarga.
Ketiga yaitu Kuluh-kuluh. Teks ini berisi tentang kehidupan masyarakat yang sering membicarakan keburukan orang lain terhadap suatu keadaan yang terjadi pada seseorang yang menjadi bahan pembicaraannya. Pelajaran yang dapat diambil dari teks ini adalah agar tidak terlalu memperdulikan perkataan orang lain dan selalu introspeksi diri.
Keempat yaitu Gudril. Teks ini berisi tentang nasehat-nasehat supaya memperhitungkan kembali kebutuhan-kebutuhan yang mendasar bagi seorang manusia, kemudian untuk dijadikan prioritas yang utama. Pelajaran yang dapat dipetik dari teks ini adalah mengesampingkan ego dan nafsu duniawi untuk hal-hal yang lebih utama.
Kelima adalah Dawet Ayu. Teks ini berisi tentang fenomena yang ada di masyarakat, ketika manusia sudah tidak perduli lagi dengan kelestarian alam. Atas keserakahannya manusia merusak alam dengan alasan untuk memenuhi kebutuhannya. Teks ini kembali mengingatkan manusia untuk peduli terhadap alam sebelum hal buruk.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah teks-teks ebeg berisi tentang petuah-petuah kehidupan yang penting untuk diamalkan dalam kehidupan sehari hari.

Abtrak (Bhs. Inggris)A Study entitled understanding textual meanings of the recited Javanese poetry of Ebeg traditional art in Banyumas is based on cultural and traditional art background with particular characteristic of Banyumas regency. The research question is how textual meanings of the recited Javanese poetry of Ebeg traditional arts are illustrated. The purpose of this research is to describe meanings of those five recited Javanese poetry texts, including Eling-eling, Ricik-ricik, Kuluh-kuluh, Gudril and Dawet Ayu. This study uses a descriptive-qualitative method which focuses on comprehending the meanings of the recited Javanese poetry texts of Ebeg traditional art in Banyumas. The research objects are those recited Javanese poetry texts, including Eling-eling, Ricik-ricik, Kuluh-kuluh, Gudril, and Dawet Ayu.
The research result show several findings as follows: First, Eling-eling text contains life advices that humans should always remember the Creator of everything in the universe, that is, the only Almighty God as well as guidance for human beings living on earth to obey God that there are limitations to conside in comitting any kind of actions.
Second, Ricik-ricik text teaches the importance of having a good relationship, especially with family, through good communication to have a good fraternity relationship in creating a harmonious family relationship,
Third, Kuluh-kuluh text contains a social life which frequently talks about other people’s bad behavior on particular situations experienced by individual who become the topic of the discussions. The text moral value is that not to really care about other people’s opinions and always do self introspection.
Fourth, Gudril contains advices to recalculate human beings basic needs and then make the priorities. The text moral value is to put aside ego and ambition related to anything in this material world.
Fifth, Dawet Ayu contains the exiting phenomena in the society that humans no longer care about natural conservations. Humans greediness leads to natural damages under the reasons of fulfilling their needs. The text reminds all human beings to pay their attention to the natural conditions before everything goes wrong.
This research concludes that Ebeg texts contains life advices which are essential to practice in humans daily life.




Keywords: textual meanings, ebeg, life advices



Kata kunciMakna teks, Ebeg, Petuah Kehidupan
Pembimbing 1Dra. Roch Widjatini, M.Si
Pembimbing 2Dra. Sri Nani Hari Yanti, M.Hum
Pembimbing 3Drs. Bambang Lelono, M.Hum
Tahun2013
Jumlah Halaman50
Tgl. Entri2017-02-17 19:59:12.649416
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.