Artikel Ilmiah : A1C012023 a.n. ARIF SUDIBYO PERMADI
| NIM | A1C012023 |
|---|---|
| Namamhs | ARIF SUDIBYO PERMADI |
| Judul Artikel | DAYA SAING DAN DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Komoditas jagung merupakan komoditas pangan strategis yang ada di Indonesia. Jagung tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan, namun juga menjadi bahan penting dalam industri pakan ternak. Kebutuhan jagung yang ada belum mampu dipenuhi seluruhnya oleh produksi jagung dalam negeri sehingga kebutuhannya dipenuhi melalui impor. Perlu adanya upaya peningkatan produksi jagung dalam negeri yang berdaya saing guna memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri serta dapat bersaing dengan produk jagung impor. Peningkatan produksi jagung yang berdaya saing dapat terwujud apabila didukung oleh kebijakan pemerintah yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis daya saing komoditas jagung di Kabupaten Banyumas 2) menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap usahatani jagung di Kabupaten Banyumas 3) menganalisis pengaruh penurunan harga output, penurunan jumlah produksi dan peningkatan upah tenaga kerja terhadap daya saing komoditas jagung di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan di Desa Kebanggan, Desa Karanggintung dan Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 29 April sampai 3 Juni 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sasaran penelitian adalah petani jagung yang mengusahakan jagung pada tahun 2015. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Policy Analysis Matrix dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Usahatani jagung di Kabupaten Banyumas memiliki daya saing dan layak untuk dikembangkan 2) Kebijakan pemerintah memberikan dampak yang positif terhadap input, sedangkan di sisi output, kebijakan pemerintah memberikan dampak yang negatif. Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah terhadap input dan output tidak memberikan dampak yang menguntungkan bagi usahatani jagung di Kabupaten Banyumas 3) Berdasarkan penurunan harga output sebesar 28,57 persen, penurunan hasil produksi sebesar 21,28 persen dan peningkatan upah tenaga kerja sebesar 30 persen, usahatani jagung di Kabupaten Banyumas masih memiliki daya saing. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Maize is a strategic food commodity in Indonesia. Maize is not only used as food but also an important ingredient in animal feed industry. The demand of maize is can not be fulfilled by local maize production, so it has to be fulfilled by import. An effort was needed to increase local maize production which has competitiveness to the import product of maize. The increase of local maize production could be achieved if it was supported by appropiate government policy. This research aimed to: 1) analyze the competitiveness of maize in Banyumas Regency 2) analyze the impact of government policy to maize farming in Banyumas Regency 3) analyze the impact of the decrease of output price, the decrease of production and the increase of labour cost to the competitiveness of maize in Banyumas Regency. The research was conducted in Kebanggan Village, Karanggintung Village and Tambaksogra Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. The data taken on April 29th to June 3rd 2016. The method of this research was survey. The target of this research was farmer who did maize farming in 2015. The amount of sampel decided with simple random sampling method. The analysis method used are Policy Analysis Matrix (PAM) and sensitivity analysis. Research result showed that: 1) Maize commodity in Banyumas Regency has competitiveness and feasible to be develop 2) Government policies give positive impct to the input factor, however on the output, government policies give negative impact, overall government policies to the input and output didn’t give positive impact to maize farming in Banyumas Regency 3) According to the scenario of the decreasing of output price by 28,57 percent, the decreasing of production by 21,28 percent and the increasing of labour cost by 30 percent, maize farming in Banyumas Regency still has competitiveness. |
| Kata kunci | Jagung, daya saing, dampak kebijakan |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Agus Sutanto, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Pudji Hastuti P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2017-02-13 17:43:59.50448 |