| NIM | A1L010120 |
| Namamhs | ADI SEPTYO PARWANTO |
| Judul Artikel | PENAMBAHAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN PUPUK ANORGANIK UNTUK PERBAIKAN SIFAT KIMIA INCEPTISOL GUNA MENINGKATAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui respon penambahan pupuk kotoran sapi dan pupuk anorganik terhadap sifat kimia Inceptisol, 2) mengetahui respon penambahan pupuk kotoran sapi dan pupuk anorganik terhadap serapan P, K, pertumbuhan dan hasil kedelai, 3) menentukan dosis penambahan pupuk kotoran sapi dan pupuk anorganik yang terbaik untuk meningkatkan sifat kimia tanah inceptisol dan hasil kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Faktor pertama: 4 dosis pupuk kotoran sapi yaitu: 50 g/polibag, 125g/polibag, 200 g/polibag dan 325 g/polibag. Faktor kedua: 3 dosis pupuk anorganik yaitu: tanpa pemberian pupuk anorganik, pupuk anorganik mengandung urea 0,25g/polibag, SP-36 0,25g/polibag, dan KCl 0,25g/polibag dan pupuk anorganik mengandung urea 0,5g/polibag, SP-36 0,5g/polibag dan KCl 0,5g/polibag. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah polong isi, jumlah polong total, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji, pH tanah, KTK, C-organik, serapan P, dan serapan K. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) penambahan pupuk kotoran sapi dan pupuk anorganik mampu memperbaiki pH dari berharkat masam menjadi agak masam, KTK dari berharkat rendah menjadi tinggi dan C-organik tetap pada harkat sedang, 2) penambahan pupuk kotoran sapi dan pupuk anorganik mampu meningkatkan serapan P dan K namun tidak mampu menigkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai, 3) Dosis pupuk kotoran sapi 25 ton/ha menigkatkan pH tanah dari masam (5,4) menjadi agak masam (5,53), menigkatkan KTK dari berharkat rendah (15,23) menjadi tinggi (37,94) dan pada dosis pupuk anorganik (Urea, SP36, KCl) 50 kg/ha menigkatkan pH tanah dari masam (5,4) menjadi agak masam (5,58), KTK dari berharkat rendah (15,23) menjadi tinggi (37,90), belum diperoleh dosis kotoran sapi dan pupuk anorganik terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research aims to: 1) know the response to the application of cow manure and inorganic fertilizer against Inceptisol chemical properties, 2) know the response application of cow manure and inorganic fertilizers on the uptake of P, K, growth and yield of soybean, 3) determine the best additional dose of cow manure and inorganic fertilizer to increase Inceptisol chemical properties and the yield of soybean. Research using Randomized Block Design (RBD) with three replications. The first factor: 4 doses of cow manure that is: 50 g/polybag, 125g/polybag, 200 g/polybag and 325 g/polybag. The second factor: 3 doses of inorganic fertilizers that is: without the provision of inorganic fertilizers, inorganic fertilizers containing urea 0,25g/polybag, SP-36 0,25g/polybag, and KCl 0,25g/polybag and inorganic fertilizer containing urea 0,5g/polybag, SP-36 0,5g/polybag and KCl 0,5g/polybag. The observed variables include plant height, leaf number, days to flowering, total number of pods, seed weight per plant, weight of 100 seeds, soil pH, CEC, organic C, adsorption of P and K. The results obtained from this study are: 1) the application of cow manure and inorganic fertilizer were able to increase the pH of acid to slightly acid, CEC from low to high and C-organic remains moderate, 2) the application of cow manure and inorganic fertilizer can increase the absorption of P and K but is not able to increased the growth and yield of soybean, 3) dose of cow manure 25 ton/ha increased pH of acid (5,4) to slightly acid (5,53), increase CEC from low (15,23) to high (37,94) and and dose of inorganic fertilizer (Urea, SP36, KCl) 50 gk/ha increase the pH of acid (5,4) to slightly acid (5,58), CEC from low (15,23) to high (37,90), yet obtained the best dose combination of cow manure and inorganic fertilizer for increasing the growth and soybean yields. |
| Kata kunci | Kedelai, inceptisol, pupuk kotoran sapi, pupuk anorganik. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Tamad, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Ir. Tridjoko Agustono, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2017-02-13 16:41:05.923724 |
|---|