Artikel Ilmiah : A1C112011 a.n. DEFITA HOLIFATUL AZIZAH

Kembali Update Delete

NIMA1C112011
NamamhsDEFITA HOLIFATUL AZIZAH
Judul ArtikelANALISIS RISIKO FINANSIAL PADA USAHA CARICA (Carica pubescens) DI DATARAN TINGGI DIENG
(Studi Kasus di Kabupaten Banjarnegara)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Carica merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang tumbuh subur di Dataran Tinggi Dieng. Ketersediaan bahan baku yang langka pada saat musim kemarau membuat industri pengolahan manisan Carica tidak berproduksi seperti biasanya bahkan ada yang sampai tidak berproduksi. Kecamatan Batur merupakan sentra pengolahan manisan Carica di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian Analisis Risiko Finansial pada Usaha Carica bertujuan untuk: (1) Mengetahui rata-rata keuntungan pada industri pengolahan manisan Carica di Dataran Tinggi Dieng Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara (2) Mengetahui keuntungan pada setiap skala usaha industri pengolahan manisan Carica di Dataran Tinggi Dieng Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara (3) Mengetahui kelayakan industi pengolahan manisan Carica di Dataran Tinggi Dieng (4) Mengetahui risiko kerugian industri pengolahan manisan Carica menurut skala usaha dalam memperoleh keuntungan karena adanya fluktuasi harga bahan baku dan jumlah produksi yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2016. Penentuan responden menggunakan metode sensus terhadap 26 industri pengolahan manisan Carica. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan keuntungan, analisis R/C Rasio, Analisis Break Even Point (BEP), dan simulasi Monte Carlo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keuntungan rata-rata industri pengolahan manisan Carica bulan Juni sebesar Rp58.569.924,81 (2) Dengan menggunakan analisis deterministik dan stokastik keuntungan terbesar diperoleh oleh skala usaha 150 kg/hari dan keuntungan terkecil diperoleh oleh skala usaha 50 kg/hari (3) Penerimaan industri pengolahan manisan Carica di Dataran Tinggi Dieng Bulan Juni 2016 pada saat BEP sebesar Rp509.163,00, jumlah produk pada saat BEP sebesar 33,29 kilogram, harga jual pada saat BEP sebesar Rp16.446,99, dan R/C Rasio sebesar 2,16 artinya industri pengolahan manisan Carica di Dataran Tinggi Dieng layak (4) Dengan menggunakan simulasi Monte Carlo risiko kerugian terbesar adalah pada skala usaha 200 kg/hari yaitu sebesar 30% dan risiko kerugian terkecil adalah pada skala usaha 100 kg/hari yaitu sebesar 0%.

Kata kunci: analisis finansial, Carica, simulasi Monte Carlo
Abtrak (Bhs. Inggris)Carica is one of commodity fruits that well-cultivated in Dieng Plateau. The lack of raw materials availability in the dry season making candied Carica processing industry did not produce like usual, some even do not produce. District Batur is sweets Carica processing centers in Banjarnegara region. This research aims to: (1) Determine the average gain in the processing industry of candied Carica in Dieng Plateau, Batur district, Banjarnegara (2) Determine the profit on each scale processing industry confectioner of Carica in Dieng Plateau, Batur district, Banjarnegara (3) Determine the feasibility of processing industry confectioner Carica in Dieng Plateau (4) Knowing the risk of loss of candied Carica processing industry according to the scale of business in profit due to fluctuations in raw material prices and production quantities were produced. The research was conducted in June 2016. The determination of the respondents using the census to 26 Candied Carica processing industry. Data were collected by observation and interview using a questionnaire. The analysis that used was cost-benefit analysis, analysis of R / C ratio, analysis Break Even Point (BEP), and Monte Carlo simulations.
The results showed that: (1) The average profit processing industryes candied Carica June was Rp58.569.924,81 (2) By using deterministic analysis and stokastikk biggest advantage gained by the business scale of 150 kg / day and the smallest gain obtained by the scale of business 50 kg / day (3) Reception at the time of Rp509.163,00 BEP, the number of products at the time amounted to 33.29 kg BEP, BEP selling price at the time of Rp16.446,99, and R / C ratio of 2.16 means the processing industry in the District Batur candied Carica decent (4) using a Monte Carlo simulation biggest losses are in the business scale of 200 kg / day amounting to 30% and the risk of loss is the smallest on the business scale of 100 kg / day is equal to 0%.

Keywords: financial analysis, Carica, Monte Carlo simulation
Kata kuncianalisis finansial, Carica, simulasi Monte Carlo
Pembimbing 1Ir. Bambang Sumanto, M.Sc.
Pembimbing 2Akhmad Rizqul Karim, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2017-02-13 16:40:46.342087
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.