Artikel Ilmiah : D1E012337 a.n. MAR'ATUS SHOLIHAH

Kembali Update Delete

NIMD1E012337
NamamhsMAR'ATUS SHOLIHAH
Judul ArtikelPENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP UMUR PERTAMA KALI BERTELUR DAN LEBAR TULANG PUBIS PADA PUYUH (Coturnix coturnix japonica)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penambahan tepung daun sukun (Artocarpus altilis) dalam pakan terhadap umur pertama kali bertelur dan lebar tulang pubis puyuh. Materi Penelitian yang digunakan adalah 100 ekor puyuh betina umur 2 minggu. Pakan basal yang digunakan dalam penelitian terdiri atas jagung 55%, dedak padi 10,4 %, soybean meal 24%, tepung ikan 8%, premix 0,2%, lysin 1%, methionin 0,4%, kapur 1%. Parameter yang diukur adalah umur pertama kali bertelur dan lebar tulang pubis puyuh. Metode penelitian adalah metode eksperimental menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan yaitu pakan basal, pakan basal ditambah 0,5% , 1% dan 1,5% tepung daun sukun / kg pakan dan lima ulangan. Hasil penelitian diperoleh rataan umur pertama kali puyuh bertelur berkisar antara 44,8 ± 2,5 hari sampai dengan 55,4 ± 5.5 hari dan kisaran lebar tulang pubis puyuh berkisar antara 1,80 ± 0,43 cm sampai dengan 2,34 ± 0,255 cm. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung daun sukun berpengaruh nyata ( P<0,05) terhadap umur pertama kali bertelur dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap lebar tulang pubis puyuh. Hasil uji lanjut Ortogonal Polynomial umur pertama kali bertelur mengikuti garis regresi Y = 44.8 + 57 X - 90 X2 + 36,8 X3. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa umur pertama kali bertelur dan lebar tulang pubis puyuh masih dalam keadaan normal. Umur pertama kali bertelur tercepat pada penambahan tepung daun sukun 1,1 % dan lebar tulang pubis tertinggi adalah pada penambahan tepung daun sukun 1,5 %.

Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
The purposed of research was to assess the effect of adding flour breadfruit leafes (Artocarpus altilis) in the feed on first Egg lay and pubic width of Quail (Coturnix coturnix japonica). Research material used 100 female quail age of 2 weeks. Basal Feed confertation in research consisting corn 55%, rice bran 10,4 %, soybean meal 24%, fish meal 8%, premix 0.2%, lysin 1%, methionin 0.4%, chalk 1%. The research method was experimental method with experimental design used was Completely Randomize Design (CRD) with four treatments, wich is basal feed, basal feed added 0.5%, 1% and 1.5% /kg feed breadfruit leaf flour. The results obtained by the average first egg lay quail between 2.92 ± 44.8 ± 2,5 up to 55.4 ± 5.5 and the average pubic width quail between 1.80 ± 0.43 cm to with 2.34 ± 0.255 cm. Analysis of variance showed that the addition of breadfruit leaves flour significantly affected (P< 0.05) on first egg lay and no significantly affect ( P> 0.05) on pubic width. Further test results of Orthogonal polynomial regresion line Y = 44.8 + 57 X - 90 X2+ 36,8 X3.This study can be concluded that the age of first lay eggs and quail pubic bone width is still in normal circumstances. The age of first egg lay fastest on the adding breadfruit leaves flour 1,1 % and the pubic width in the adding of 1.5% breadfruit leaves flour.


Kata kunciTepung daun sukun, puyuh, umur pertama kali bertelur
Pembimbing 1Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P.
Pembimbing 2Ir. Roesdiyanto, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2017-02-01 20:00:21.807723
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.