Artikel Ilmiah : F1D012039 a.n. MUHAMMAD SURYA ABADI

Kembali Update Delete

NIMF1D012039
NamamhsMUHAMMAD SURYA ABADI
Judul ArtikelSTUDI KASUS ANALISIS KONFLIK POLITIK ANTARA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DAN POLRI DALAM KASUS “CICAK VERSUS BUAYA JILID KETIGA”
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan studi kasus. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis kualitatif deksriptif, dalam model analisis interaktif Miles dan Haberman. Penelitian ini berfokus untuk memaparkan faktor kontekstual penyebab konflik antara KPK dan Polri. Sasaran yang dituju pada penelitian ini adalah KPK dan Polri serta organisasi yang terkait. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan pengambilan data menggunakan wawancara mendalam kemudian divalidasi dengan metode trianggulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik yang terjadi antara KPK dan Polri pada tahun 2015 merupakan konflik politik. Konflik politik yang bermula dari kebijakan KPK dalam menetapkan tersangka kasus rekening gendut yaitu Komjen Budi Gunawan. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan konflik ini yaitu timpang tindih tugas pokok dan fungsi, perbedaan birokrasi, dan momentum politik yang tidak tepat. Akhirnya penelitian ini menghasilkan kesimpulan perlunya spesialisasi tugas pokok dan fungsi serta penyamaan prosedur di setiap lembaga pemerintahan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this research is to describe about conflict between corruption eradication commission or known as KPK and police department in 2015. This research used qualitative research methods with the case study as an approach. This research also used descriptive analysis technique in interactive analysis models from Miles and Haberman. This research focus on revealing the main factor of conflict between KPK and Polri in 2015. The targets of this research is KPK and Polri and also others stakeholder. This research chooses the informan by purposive sampling and take data with deep interview. This research also used trangulasi data to validate data.
The result from the research show us that conflict which occurred between KPK and Indonesian Police Department is political conflict. The conflict started when KPK announced the suspect from Indonesia Police Department, Komjen Budi Gunawan. There are three factors that caused this conflict, over lapping task between KPK and Polri, the difference procedure between state institution about arresting someone, and the political momentum. In the end this research have two conclusions, the needs of specialization between state institution and one standard procedure to arrest someone.
Kata kunciKonflik Politik, Cicak Buaya, Studi Kasus.
Pembimbing 1Drs. Syah Firdaus, M.Si.
Pembimbing 2Drs. H. Bambang Suswanto, M. Si.
Pembimbing 3Drs. M. Soebiantoro, M.Si.
Tahun2012
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2017-01-19 19:15:20.249413
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.