Artikel Ilmiah : B1J012022 a.n. ATIKA SURYANINGSIH
| NIM | B1J012022 |
|---|---|
| Namamhs | ATIKA SURYANINGSIH |
| Judul Artikel | KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BAMBU YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT DI KECAMATAN NUSAWUNGU, KABUPATEN CILACAP |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi. Pengelolaan keanekaragaman tumbuhan sekarang ini tidak hanya terbatas sebagai pemenuhan kebutuhan dasar saja tetapi mulai berkembang untuk kebutuhan lain seperti ilmu pengetahuan, rekreasi dan sebagainya sehingga mendorong beragamnya upaya dari masyarakat untuk melestarikan dan memanfaatkan keanekaragaman tumbuhan tersebut. Setiap kelompok masyarakat mempunyai pengetahuan yang berbeda-beda dalam memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan pemanfaatan tumbuhan bambu secara tradisional oleh masyarakat di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih yang terdiri dari 3 Desa di Kecamatan Nusawungu yaitu Desa Klumprit, Desa Nusawungu dan Desa Banjarwaru. Pengambilan data keanekaragaman tumbuhan bambu diperoleh melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan data pemanfaatan tumbuhan bambu diperoleh melalui wawancara dengan teknik wawancara semi struktural. Data spesies tumbuhan bambu yang diperoleh dicatat nama daerah dan nama ilmiahnya, kemudian dianalisis secara deskriptif. Data ditabulasi dan dihitung nilai manfaat spesies tumbuhan bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman tumbuhan bambu yang terdapat di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap terdapat 6 spesies dan 2 varietas tumbuhan bambu yaitu Gigantochloa apus ( J. A. & J. H Schult.) Kurz - bambu tali, Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz - bambu legi/ater, Gigantochloa atroviolacea Widjaja - bambu wulung, Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl. var. Striata - bambu kuning, Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl. var. Vulgaris - bambu ampel, Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch. ex J. A. & J. H. Schult - bambu cina/gendani dan Dendrocalamus asper (Schult.) Backer ex Heyne - bambu betung/petung. Spesies bambu yang banyak ditemukan di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap adalah Gigantochloa apus ( J. A. & J. H Schult.) Kurz - bambu tali, Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl. var. Striata - bambu kuning, Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl. var. Vulgaris - bambu ampel dan Dendrocalamus asper (Schult.) Backer ex Heyne - bambu betung/petung. Pemanfaatan tumbuhan bambu oleh masyarakat Kecamatan Nusawungu yaitu sebagai bahan kerajinan, bahan kontruksi bangunan, obat, tanaman hias dan bahan pangan. Spesies bambu yang memiliki nilai manfaat paling tinggi adalah spesies Gigantochloa apus ( J. A. & J. H Schult.) Kurz - bambu tali sebesar 33,3%, sedangkan spesies bambu yang memiliki nilai manfaat paling rendah adalah spesies Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch. ex J. A. & J. H. Schult - bambu cina/gendani sebesar 1,6%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Indonesia is one country with a very high plant diversity. Management of plant diversity today is not only limeted to the fulfillment of basic needs alone but began to develop for other needs such as science, recreation and so forth so as to encourage the diversity efforts of the community to preserve and utilize the diversity of plants. Each society has a different knowledge in utilizing the existing plants in the vicinity. This research is aimed to determine the diversity and utilization of bamboo plants traditionally by the society in the District of Nusawungu, Cilacap. The method in this study is using a survey with a random sampling technique and was elected by the 3 villages that is consisting in the district of Nusawungu, there are Klumprit Village, Nusawunggu Village and Banjarwaru Village. The bamboo plants diversity data were collected through an observation and directly measurement in the field. The bamboo plants utilization data were collected through an interviews with semi-structural interview techniques. The obtained species data are recorded the local names and scientific names, and then analyzed descriptively. Data were tabulated and calculated for the value and benefits of the bamboo plants species. The research are showed that the bamboo plants diversity which contained in the District Nusawungu, Cilacap there are 6 species and 2 varieties of bamboo plants is the Gigantochloa apus ( J. A. & J. H Schult.) Kurz - bambu tali, Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz - bambu legi/ater, Gigantochloa atroviolacea Widjaja - bambu wulung, Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl. var. Striata - bambu kuning, Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl. var. Vulgaris - bambu ampel, Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch. ex J. A. & J. H. Schult - bambu cina/gendani and Dendrocalamus asper (Schult.) Backer ex Heyne - bambu betung/petung. Bamboo species which are found in the district Nusawungu, Cilacap is the Gigantochloa apus ( J. A. & J. H Schult.) Kurz - bambu tali, Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl. var. Striata - bambu kuning, Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl. var. Vulgaris - bambu ampel dan Dendrocalamus asper (Schult.) Backer ex Heyne - bambu betung/petung. The utilization of the bamboo plants by the society in District of Nusawungu as craft materials, building construction materials, medicinal, ornamental plants and foodstuffs. Bamboo species that has the highest value of benefit is the Gigantochloa apus species (J. A. & J. H Schult.) Kurz - bambu tali by 33,3%, while the bamboo species which has the lowest value of the benefit is a Bambusa multiplex species (Lour.) Raeusch. ex J. A. & J. H. Schult - bambu cina / gendani by 1,6%. |
| Kata kunci | Keanekaragaman, Manfaat, Bambu, Kecamatan Nusawungu. |
| Pembimbing 1 | Drs. Sukarsa, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dra. Hexa Apriliana Hidayah, M.S. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2016-12-20 04:38:35.885422 |