Artikel Ilmiah : G1B010088 a.n. CYNTHIA AMANDA
| NIM | G1B010088 |
|---|---|
| Namamhs | CYNTHIA AMANDA |
| Judul Artikel | KARAKTERISTIK TEMPAT PERINDUKAN LARVA Aedes aegypti DAN INDEKS KEPADATAN LARVA DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2016 INTISARI CYNTHIA AMANDA KARAKTERISTIK TEMPAT PERINDUKAN LARVA Aedes aegypti DAN INDEKS KEPADATAN LARVA DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS Kecamatan Purwokerto Utara merupakan daerah dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Kabupaten Banyumas pada tahun 2014. Angka Insiden Rate (IR) di Kabupeten Banyumas adalah 10.5 per 100.000 penduduk dengan jumlah kasus di Kecamatan Purwokerto Utara sebanyak 33 kasus. Jumlah kasus terbanyak ditemukan di wilayah perumahan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tempat perindukan larva Aedes aegypti serta menjelaskan angka kepadatan larva di Perumahan dan Non Perumahan Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 400 rumah dengan pembagian 200 rumah di Perumahan dan 200 rumah di Non Perumahan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey. Teknik pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi dan metode survey jentik visual. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis tempat perindukan larva paling banyak positif terdapat larva Aedes aegypti di Perumahan adalah bak mandi sedangkan non perumahan adalah plastik. Berdasarkan bahan dasar di perumahan dan non perumahan paling banyak adalah semen. Berdasarkan letak di perumahan dan non perumahan memiliki hasil sama yaitu di dalam rumah. Berdasarkan suhu paling banyak adalah 250C – 320C. Berdasarkan pH paling banyak adalah pada pH 6,5 – 9. Perumahan dan Non Perumahan memiliki angka kepadatan larva CI, HI dan BI tinggi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah di perumahan dan non perumahan memiliki angka kepadatan larva tinggi dan masih memiliki banyak tempat perindukan dengan tingginya risiko penularan DBD. Masyarakat disarankan untuk waspada karena di daerahnya masih mempunyai potensi dalam penyebaran DBD dengan cara melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara berkesinambungan dan menjaga kebersihan lingkungan terutama di dalam rumah. Kata Kunci : karakteristik, perumahan dan non perumahan, indeks kepadatan larva Kepustakaan : 42 (2000-2014) |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | DEPARTMENT OF PUBLIC HEALTH FACULTY OF HEALTH SCIENCES JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO 2016 ABSTRACT CYNTHIA AMANDA CHARACTERISTIC BREEDING PLACE OF AEDES AEGYPTI LARVAE AND INDEX OF LARVAE DENSITY IN PURWOKERTO UTARA DISTRICT BANYUMAS REGENCY Purwokerto Utara district is the highest number case of dengue hemorrhagic fever (DBD) in Banyumas Regency in 2014. The number of cases in Purwokerto Utara district is 33 cases. District with there is many cluster area and high population density in Purwokerto Utara effect development of Aedes aegypti as vector of DBD increased and index of larvae density also increased. The purpose of this research is to describe breeding place of Aedes aegypti larvae and explain the number of larvae density in Cluster Area and Non Cluster Area Purwokerto Utara District Banyumas Regency. This research used descriptive study with quantitive approach. The number of samples in this research are 400 houses sample with 200 houses in Cluster Area and 200 houses in Non Cluster Area. Determination of the samples is done by using systematic random sampling. Data collection is done by using observation and visual larvae survey method. The result of this research shows that kinds breeding place of larvae which is most positive Aedes aegypti larvae in Cluster Area and Non Cluster Area is bathtub with basic material is cement. Index of larvae density CI, HI and BI in Cluster Area and non Cluster Area is high. Conclusions of this research are there are still have many breeding place in Cluster Area and Non Cluster Area and high risk of DBD transmission. Peoples are advised to cautious because in their territory still have potential spread of DBD transmission so they should do eradication of mosquito’s nest continuously and keep the environment clean especially in their home. Keywords : characteristic, cluster area and non cluster area, index of larvae density References : 42 (2000-2014) |
| Kata kunci | Kata Kunci : karakteristik, perumahan dan non perumahan, indeks kepadatan larva |
| Pembimbing 1 | Devi Octaviana S.Si ., M.Kes |
| Pembimbing 2 | Dwi Sarwani S.KM , M.Kes (Epid) |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2016-11-24 17:43:22.217015 |