Artikel Ilmiah : C1G014127 a.n. FIRMANSYAH

Kembali Update Delete

NIMC1G014127
NamamhsFIRMANSYAH
Judul ArtikelANALISIS KAPABILITAS APIP DENGAN PERSPEKTIF
INTERNAL AUDIT CAPABILITY MODEL (IA-CM)
(Studi Kasus pada Inspektorat Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Penelitian berjudul “Analisis Kapabilitas APIP dengan Perspektif Internal Audit Capability Model (IA-CM) Studi Kasus pada Inspektorat Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui level kapabilitas, faktor penghambat capaian kapabilitas, dan strategi peningkatan kapabilitas APIP pada Inspektorat Kabupaten Banyumas.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pejabat struktural dan pejabat fungsional auditor di Inspektorat Kabupaten Banyumas dan juga melibatkan narasumber dari BPKP. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara, kuesioner, dan dokumen dan juga data sekunder yang merupakan laporan dan publikasi dari BPKP dan Inspektorat Kabupaten Banyumas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas IA-CM Inspektorat Kabupaten Banyumas berada pada level 1 (initial) dari 5 level yang ada yang berarti bahwa Inspektorat belum menjamin business process-nya sesuai dengan peraturan dan belum mampu mendeteksi terjadinya korupsi. Capaian level tersebut belum sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2014-2019 yang menargetkan kapabilitas APIP harus sudah berada pada level 3 (integrated) yang menunjukkan bahwa selain mampu menjamin business process-nya dan mendeteksi terjadinya korupsi, APIP juga mampu menilai efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan suatu kegiatan dan mampu memberikan konsultasi pada tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kapabilitasnya, Inspektorat Kabupaten Banyumas sebaiknya melakukan perbaikan yang mencakup empat belas key process area (KPA) yang dipersyaratkan untuk mencapai level 3. Namun, sebelumnya harus memenuhi persyaratan untuk mencapai level 2 (infrastructure) terlebih dahulu. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat usulan pemberian tunjangan kinerja, berkoordinasi dengan Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah dalam hal penerimaan pegawai Inspektorat, menyusun perencanaan pendidikan dan pelatihan bagi auditor, memberi jalan bagi auditor untuk menjadi anggota AAIPI, menyusun panduan penyusunan PKPT berbasis prioritas manajemen, menganggarkan rencana kerja sebesar 1 persen dari belanja APBD, dan menyusun SOP terkait penyusunan IAC dan prosedur permintaan kebutuhan data audit
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is a qualitative case study. The research objective was to determine the level of capability, factors inhibiting performance capabilities, and strategies for improving the capability of APIP in Inspectorate of Banyumas. The population in this study are all structural officers, functional official auditors in Inspectorate Banyumas and also involve speakers from BPKP. The data used are primary data obtained from interviews, questionnaires, and documents as well as secondary data is a report and publication of the BPKP and Inspectorate of Banyumas. The results showed that the IA-CM capabilities of Inspectorate of Banyumas is at level 1 (initial) of 5 existing level, which means that the Inspectorate has not guaranteed its business processes in accordance with the rules and have not been able to detect the occurrence of corruption yet. The achievement of these levels is not in accordance with the National Medium Term Development Plan Year 2014-2019 that the target of APIP capability must already be at level 3 (integrated) in addition to be able to guarantee its business process and detect corruption, APIP also able to assess efficiency, effectiveness, and economy of an activity and is able to provide consulting on corporate governance, risk management and internal control. The implications of the above conclusion that in order to improve their capabilities, Inspectorate of Banyumas should make improvements that include fourteen key process areas (KPA) which is required to achieve the level 3. However, earlier must meet the requirements to achieve level 2 (infrastructure) in advance. Efforts to do are to make the proposed offering performance benefits, in coordination with the Regent and the Regional Employment Board in terms of hiring Inspectorate, planning education and training for auditors, to make way for the auditor to be a member AAIPI, guidelines on the preparation of PKPT based management priorities, budgeted work plan at 1 percent of the expenditure budget, and prepare SOPs related to the preparation of the Internal audit Charter and procedures for requesting audit data needs
Kata kunciAPIP, Internal Audit Capability Model (IA-CM), the public sector, internal audit, Inspectorate of Banyumas
Pembimbing 1Atiek Sri Purwati
Pembimbing 2Syaiful Azhar
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2016-11-24 01:16:19.885685
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.