Artikel Ilmiah : F1A012040 a.n. RIKA ARISKA
| NIM | F1A012040 |
|---|---|
| Namamhs | RIKA ARISKA |
| Judul Artikel | TERTAWA DAN MENANGIS A LA UPIN-IPIN (STUDI SEMIOTIK TERHADAP KULTUR MELAYU MALAYSIA DALAM FILM UPIN-IPIN) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Budaya adalah suatu hal penting yang harus dimiliki oleh masyarakat, maka harus ada upaya untuk mempertahankannya dan salah satunya adalah dengan peran media. Karena media dianggap sebagai wadah yang sangat tepat untuk menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat luas termasuk di dalamnya permasalahan budaya, dan salah satunya melalui film kartun. Film Upin-Ipin merupakan salah satu film kartun yang memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat luas, agar mereka mengetahui bagaimana budaya Melayu itu berwujud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud kebudayaan yang meliputi wujud gagasan, wujud perilaku (aktivitas), dan wujud benda (hasil budaya) dari perayaan yang ada dalam film Upin-Ipin yang merepresentasikan perayaan dari budaya Melayu Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Melalui pendekatan ini, peneliti mengkaji petanda dan penanda yang nampak dalam scenes yang terdapat dalam 3 episode terpilih yang menunjukkan adanya representasi dari budaya Melayu. Dari hasil penelitian didapatkan wujud budaya Melayu yang direpresentasikan melalui film Upin-Ipin khususnya pada episode terpilih yang bertema perayaan Hari Raya. Representasi yang ada di dalam film Upin-Ipin merupakan representasi dari wujud budaya Melayu yang tidak terlepas dari tradisi agama Islam. Sehingga tradisi yang ada saat perayaan Hari Raya tiba adalah tradisi yang biasa umat Islam laksanakan ketika hari besar datang. Dalam fim Upin-Ipin khususnya pada episode perayaan, digambarkan bagaimana Upin-Ipin dan kawan-kawan juga keluarganya merayakan Hari Raya dengan penuh suka cita tanpamenghilangkan tradisi-tradisi yang selalu mereka lakukan. Seperti bersilaturahim, memakan makanan khas Hari Raya yaitu Lemang, memakai baju khas lebaran, sampai dengan tradisi mudik yang selalu mereka laksanakan. Hal ini ingin disampaikan kepada pemirsa sebagai contoh positif dari budaya Melayu yang bisa dijadikan contoh untuk kehidupan masyarakat Melayu lainnya ataupun masyarakat Islam lainnya yang ada di Indonesia. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Culture is an important thing that should be owened by society, thus culture of should not be lost as there should be efforts to defend it. One of such effort lies at the role of media. Because of media is considered as a container that is an appropriate to convey the crucial information widely for public that includes the information of the cultural issues. One of the cultural issue is in the cartoon movie. Upin-Ipin movie is one of cartoon movie that introducted the Malay culture to thepublic widely. Thus, they know how the Malay culture was concerted. This study aims to determine the form of culture and the idea behind it, activities and also the outcome that shown on the Upin Ipin movie which represented the Malaysian celebration. The method used is descriptive qualitative by using semiotic analysis of Roland Barthes. Through this approach the study is reviewing the marks that shown on the scenes of 3 chosen episodes that represent the Malaysian cultures. The outcome shows that the Malaysian cultures were presented through Upin Ipin on that episode with Hari Raya theme. The Upin Ipin movie represents the form of Malaysian cultures that can not be separated from Islam tradition. It means that the episode of Hari Raya is the same tradition that Islamic tradition do during the celebration day. Specifically on the episode of celebration which is showed how Upin Ipin and their friends celebrate the Hari Raya without having to eliminate the same tradition they did for years, such as Silaturahmi, eat Lemang which is popular celebration food, and mudik – a time where people going back to their hometown in celebration day. All of those things want to be delivered to the viewers as a positive example of Malaysian culture which can be example for the Malaysian people or even other Muslims in other regions in Indonesia. |
| Kata kunci | Kata kunci : budaya Melayu, semiotik, tradisi agama Islam. |
| Pembimbing 1 | Hariyadi, Ph.D |
| Pembimbing 2 | Drs. Dalhar Shodiq, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Rawuh Edy P.,M.Si |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2016-11-21 21:13:51.119713 |