Artikel Ilmiah : A1L010030 a.n. HENDRIK ADITIARA

Kembali Update Delete

NIMA1L010030
NamamhsHENDRIK ADITIARA
Judul ArtikelMORTALITAS BEBERAPA SPESIES KUTU DAUN YANG DISEBABKAN PERLAKUAN MIKROBA ANTAGONIS
Pseudomonas fluorescens
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kutu daun merupakan hama yang penting pada tanaman pertanian. Serangga hama tersebut dapat dikendalikan dengan memanfaatkan musuh alami termasuk mikroba patogenik. Bakteri Pseudomonas fluorescens diketahui dapat membunuh beberapa jenis serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perlakuan P. fluorescens terhadap mortalitas dan lama hidup kutu daun serta mendapatkan konsentrasi yang efektif dalam membunuh kutu daun tersebut. Penelitian dilaksanakan di Screen house Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan faktor konsentrasi P. fluorescens yang terdiri dari K0 (0 ml/L), K1 (2 ml/L), K2 (4 ml/L), dan K3 (6 ml/L). Jenis kutu daun yang digunakan yaitu Aphis glycines, Aphis craccivora dan Rophalosiphum maydis. Semua perlakuan diberikan kepada semua jenis kutu daun. Variabel yang diamati yaitu mortalitas dan lama hidup kutu daun. Data dianalisis menggunakan uji F dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri P. fluorescens dapat menyebabkan mortalitas kutu daun. Tingkat kematian tertinggi pada masing-masing spesies yaitu A. craccivora sebanyak 68%, A. glycines sebanyak 45% dan R. maydis sebanyak 75%. Konsentrasi P. fluorescens yang paling efektif dalam membunuh kutu daun adalah 2 ml/L.
Abtrak (Bhs. Inggris)Aphids are important pests in agricultural crops. The insect pest could be regulated by using natural enemies including entomopathogenic microbes. Bacterium Pseudomonas fluorescens is known be able killing some insects. The goals of this research were to examine effect of application of P. fluorescens against mortality and life spend of aphid population and determine the best concentration of P. fluorescens. The research was conducted at Screen house of Plant Protection Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University. This research used non factorial randomized block design with concentration factor P. fluorescens which consisted of K0 (0 ml/L), K1 (2 ml/), K2 (4 ml/L) and K3 (6 ml/L). This research used three species of aphids were Aphis glycines, Aphis craccivora and Rophalosiphum maydis. All treatment were given to all aphids. The variables were mortality and life spend of aphid. Data were analyzed by F test and followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) in 5% error. The research showed that P. fluorescens was killed some aphids. The highest mortality of some aphids was A. glycines about 45%, A. craccivora 68% and R. maydis 75%, with 2 ml/L respectively. The most effective concentration of P. fluorescens to kill aphid was 2 ml/L
Kata kunciPseudomonas fluorescens, kutu daun, mortalitas, lama hidup
Pembimbing 1Dr. Ir. Rostaman, M.Si
Pembimbing 2Ir.Darini Sri Utami, M.P
Pembimbing 3Ir. Wiyantono M,Si
Tahun2016
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2016-11-03 03:12:50.387702
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.