Artikel Ilmiah : C1B012039 a.n. NURBANI AULIA ISMUNARTI

Kembali Update Delete

NIMC1B012039
NamamhsNURBANI AULIA ISMUNARTI
Judul ArtikelANALISIS PENILAIAN HARGA WAJAR SAHAM MENGGUNAKAN PENDEKATAN DIVIDEND DISCOUNT MODEL, PRICE EARNING RATIO DAN PRICE TO BOOK VALUE
(Studi pada Perusahaan Pertambangan Batubara yang Terdaftar di Indeks LQ45 Periode 2010-2014)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menilai harga wajar saham atau nilai intrinsik perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Indeks LQ45 selama tahun 2010-2014 dengan menggunakan pendekatan Dividend Discount Model (DDM) Pertumbuhan Berganda, Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) yang terdapat pada analisis fundamental perusahaan. Nilai intrinsik yang diperoleh ini kemudian dibandingkan dengan harga pasar sahamnya, untuk selanjutnya dijadikan salah satu dasar keputusan investasi yang tepat di pasar modal.Perbedaan nilai intrinsik saham dan harga pasar saham ini di uji menggunakan analisis Uji PerbedaanPaired Sample T-Test pada aplikasi SPSS versi 17.0.Untuk sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT. Adaro Energy Tbk (ADRO), PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT. Bukit Asam Tbk (PTBA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga pasar saham perusahaan batubara yang terdaftar di indeks LQ45 lebih tinggi dari nilai intrinsiknya atau berada pada kondisi overvalued berdasarkan pendekatan DDM Pertumbuhan Berganda dan PBV. Sedangkan untuk pendekatan PER, harga pasar saham perusahaan pertambangan batubara berada pada kondisi undervalued atau harga pasar saham lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Untuk hasil uji signifikansi perbedaan menunjukkan bahwa harga wajar saham yang dinilai menggunakan pendekatan Dividend Discount Model (DDM) Pertumbuhan Berganda, Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) memiliki perbedaan yang signifikan terhadap harga pasar saham perusahaan batubara yang terdaftar di indeks LQ45.
Adapun implikasi dalam penelitian ini adalah saham dengan kondisi overvalued sebaiknya dijual bagi investor dengan orientasi jangka pendek, karena harga yang semakin tinggi ini akan merugikan investor. Namun, bagi investor dengan orientasi jangka panjang ada baiknya untuk mempertahankan saham karena grafik nilai intrinsik saham pada ketiga sampel menunjukkan adanya kenaikan yang berarti kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan semakin meningkat. Untuk saham dengan kondisi undervalued disarankan untuk dibeli baik oleh investor dengan orientasi jangka pendek maupun jangka panjang.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this research is to determine the intrinsic value of coal mining company stock listed in LQ45 Index during 2010-2014 period used Dividend Discount Model (DDM) Pertumbuhan Berganda, Price Earning Ratio (PER) and Price to Book Value (PBV) approach. Intrinsic value will compared with market stock value ,henceforth be one of basic for taking investment decision in capial market. Difference of intrinsic stock value with market stock value is tasted by Paired Sample T-Test applies Statistical Package for Social Science (SPSS) 17.0 version software. For this research, the sample used is PT. Adaro Energy Tbk (ADRO), PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) and PT. Bukit Asam Tbk (PTBA).
The result of this research showed that the market stock value of the coal mining company listed in LQ45 Index is higher than intrinsic stock value (overvalued) based DDM Pertumbuhan Berganda and PBV approach. While based PER approach, the market stock value of the coal mining company is lower than intrinsic stock value (undervalued). And then, for the result of paired sample t-test showed that based on DDM Pertumbuhan Berganda , PER and PBV approach has a significant difference between intrinsic value with market stock value.
As for the implications of this research is shares with overvalued condition or considered expensive by market should be sell, especially for investor with a short-term orientation because the higher price will make investor loss. However, for investor with long-term should be hold because sample intrinsik stock value graphic showed is increase and its means that market confidance for prospects of the company is increasing too. Next, for shares with undervalued condition should be buy, either by short-term nor long-term orientation.
Kata kunciHarga Pasar Saham, Harga Wajar Saham, Dividend Discount Model (DDM) Pertumbuhan Berganda, Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), Indeks LQ45.
Pembimbing 1Drs. Bambang Sunarko, M.M
Pembimbing 2Drs. Tohir, M.M
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2016-10-30 01:32:52.660156
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.