| NIM | H1D011013 |
| Namamhs | MUCHAMMAD NUR BAIHAQI |
| Judul Artikel | PENGARUH GAYA PRATEGANG AWAL PADA PERKUATAN EKSTERNAL BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN KABEL BAJA 2D8 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kegagalan struktur merupakan hal yang harus dihindari untuk semua bangunan, tidak terkecuali bangunan dengan material atau bahan konstruksi utama beton bertulang. Salah satu penyebab dari kegagalan struktur adalah kesalahan pada pelaksanaan konstruksi, misal pada penggalian tanah, kecelakaan alat, urutan pelaksanaan atau metode pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaannya, atau mengganti spesifikasi dengan sengaja untuk mendapat keuntungan yang mengakibatkan penurunan pada kapasitas struktur. Oleh karena itu, perlu dilakukan perkuatan sebagai bentuk mitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya prategang awal terhadap kinerja kabel baja 2D8 sebagai perkuatan eksternal balok beton bertulang. Parameter pengujian meliputi kapasitas lentur, kekakuan lentur, daktalitas, dan pola retak serta tipe keruntuhan. Penelitian dilakukan terhadap 9 buah balok beton bertulang, masing-masing 1 balok tanpa perkuatan atau balok kontrol (BK), 2 buah balok diperkuat dengan 2 kabel baja dengan gaya prategang awal sebesar 10% (BKH-1), 3 buah balok diperkuat dengan 2 kabel baja dengan gaya prategang awal sebesar 20% (BKH-2), dan 3 buah balok diperkuat dengan 2 kabel baja dengan gaya prategang awal sebesar 30% (BKH-3). Penampang benda uji balok berbentuk persegi dengan dimensi 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Pengujian dilakukan dengan metode pembebanan third point loading. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas momen lentur benda uji balok perkuatan mengalami peningkatan terhadap balok kontrol, dengan rasio rata-rata terbesar 1,71 pada benda uji perkuatan dengan gaya prategang awal 30%. Kekakuan efektif benda uji balok perkuatan juga mengalami peningkatan terhadap balok kontrol, dengan rasio rata-rata terbesar 1,43 pada benda uji perkuatan dengan gaya prategang awal 30%. Sedangkan indeks daktilitas benda uji balok perkuatan mengalami peningkatan terhadap balok kontrol, dengan rasio peningkatan terbesar 1,31 pada benda uji perkuatan dengan gaya prategang awal 20%. Pola retak yang terjadi untuk benda uji balok beton bertulang relatif seragam dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The failure of the structure is to be avoided for all buildings, include the building with the main construction material of reinforced concrete. One of the causes of structural failure is an error at the time of construction, example at excavation, accident tools, implementation method is not suitable planning, or change the spesification deliberately for profit which resulted in a decrease in the capacity of the structure. Therefore, there need strengthening as a mitigation. The aim of this reseach is the influence of initial prestressed force to the performance of 2D8 wire rope as an external strengthening of reinforced concrete beam. Experimental parameter consist of flexural capacity, effective stiffness, index of ductility, cracking pattern and type of failure. The experiment conducted on 9 reinforced concrete beams, which were a beam without strengthening as a control beam, 2 beam strengthened by 2D8 wire rope with 10% initial presstresed, 3 beam strengthened by 2D8 wire rope with 20% initial prestressed, 3 beam strengthened by 2D8 wire rope with 30% initial prestressed. Cross section of the specimen beam is rectangular with the dimension of 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Thrid point loading was set up as a loading method. The results found the flexural capacity of strengthening beam was increased compared to control beam, with the largest ratio is 1,71 realated to the strengthened beam with 30% initial prestressed. Effective Stiffness of strengthening beam were increased compared to control beam, with the largest ratio is 1,43 realated to the sterngthened beam with 30% initial prestressed. While the index of ductility of beam increased compared to control beam, with the lowest ratio is 1,31 realated the strengthened beam with 20% initial prestressed. Cracking pattern of reinforced concrete beam is relatively uniform and can be categorized as flexural failures. |
| Kata kunci | Perkuatan Eksternal, Kabel baja, Perilaku lentur, Beton bertulang, Gaya prategang |
| Pembimbing 1 | Yanuar Haryanto, S.T., M.Eng. |
| Pembimbing 2 | Nanang Gunawan W, S.T.,M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2016-10-28 21:43:33.979522 |
|---|