Artikel Ilmiah : H1F009033 a.n. JANUAR HABIB PRATAMA

Kembali Update Delete

NIMH1F009033
NamamhsJANUAR HABIB PRATAMA
Judul ArtikelGEOLOGI DAN INDIKASI ZONA MINERALISASI
BERDASARKAN PENGUKURAN GEOLISTRIK METODE WENNER
DAERAH JINGKANG DAN SEKITARNYA KECAMAATAN AJIBARANG
PROVINSI JAWA TENGAH

Abstrak (Bhs. Indonesia)Daerah penelitian terletak di daerah Jingkang dan sekitarnya, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Secara geomorfologi daerah penelitian terdiri dari tujuh satuan, yaitu Satuan Perbukitan Homoklin Batuanten, Satuan Dataran Denudasional Struktur Lipatan Jingkang, Dataran Aluvial Kaliputih, Dataran Aluvial Kalitapen, Bukit Intrusi Kaliputih, Satuan Lembah Homoklin Kalitapen, dan Satuan Perbukitan Homoklin Kalitapen. Pola aliran pada daerah penelitian terbagi menjadi tiga, yaitu pola aliran rektangular, subdendritik, dan subparalel. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari lima satuan batuan, yaitu Satuan Batupasir terbentuk pada Miosen Akhir hingga Pliosen Awal yang diendapkan pada lingkungan neritik tengah, kemudian Satuan Intrusi Diorit terbentuk pada Miosen Akhir, lalu Satuan Batulempung-batupasir terbentuk pada kala Pliosen diendapkan pada lingkungan neritik tengah hingga neritik tepi. Pada kala Holosen terendapkan Satuan Batupasir Berfragmen dan pada kala resen diendapkan Satuan Endapan Aluvial. Struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian yaitu, Antiklin Jingkang, Sinklin Jingkang, dan Sesar Geser Kiri Jingkang. Studi khusus yang dilakukan adalah indikasi zona mineralisasi berdasarkan data geolistrik. Terdapat 3 tempat dilakukannya pengambilan data geolistrik, diperoleh hasil yaitu, pada lokasi 1 nilai resistivitas terendah adalah 1.95 Ωm, lokasi 2 nilai resistivitas terendah adalah 3.70 Ωm, dan pada lokasi 3 nilai resistivitas terendah adalah 1.98 Ωm. Hasil analisis XRF pada sampel batuan tiap lokasi geolistrik bahwa lokasi 1 dan 3 tidak memiliki kandungan unsur emas (Au) sedangkan pada lokasi 2 terdapat kandungan unsur emas (Au) sebesar 4460 ppb. Unsur emas (Au) digunakan sebagai acuan adanya indikasi mineralisasi. Berdasarkan data hasil XRF, penyebaran zona mineralisasi yang memiliki kandungan unsur Au tidak merata, bisa jadi dikarenakan kontrol struktur, yaitu kekar yang terbentuk pada lokasi 1 dan 3 tidak memungkinkan untuk terendapkannya larutan hidrotermal dibandingkan lokasi 2. Atau bisa jadi pada lokasi pengambilan data geolistrik 1 dan 3 juga terdeteksi adanya kehadiran unsur emas (Au) akan tetapi karena hanya dilakukan satu pengujian sampel pada tiap lokasi geolistrik maka untuk membuktikan hal tersebut perlu adanya pengujian sampel keseluruhan pada tiap anomali yang terdeteksi pada lintasan 1 dan 3.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Research area is located in Jingkang area and its surrounding, Subdistrict Ajibarang, District Banyumas, Central Java Province, Indonesia. Geomorphology of this area is divided into seven units. Which is a unit of Batuanten Homocline Hills, unit of the Plain of Denudasional Jingkang Structure of the eological folds, unit Kalitapen alluvial plain, unit of Kaliputih alluvial plain, unit of Kaliputih intrusion hill, Kalitapen omocline valley, and Kalitapen homocline hills. A pattern flow on the research area is divided into three kind, that is rectangular, subparallel, and subdendritic. Stratigraphy of this area is divided into five units, which is sandstone unit deposited on late Miocene-early Pliocene in middle neritic environment, unit diorite intrusion formed on late Miocene, combination mudstone-sandstone unit deposited on Pliocene in the middle-outer neritic. In the Holocene Time Sandstone fragmented unit form in the land environment and in the recent time alluvial plan unit deposited. Structural geology that identified in the research area is jingkang anticline, jingkang sincline, and left slip fault jingkang. A special study executed is an indication zone mineralization based on data of geoelectrical. There are three places the measurement of geoelectrical, and the result is on the site 1 lowest resistivity value is 1.95 Ωm, the 2nd location lowest resistivity value is 3.70 Ωm, and the 3rd location lowest resistivity value is 1.98 Ωm. And then the XRF analysis result in every rock sample in each geoelectrical location indicate that the location 1 and 3 doesn’t detect any gold element (Au), meanwhile on location 2 detect gold element (Au) with amount of content is 4460 ppb. Based on data from the results of XRF, the spread of the mineralized zone which contains an element of Au is not equal, could be due to the structural control, fractures that are formed at locations 1 and 3 are not allowed hydrotermal solution to deposited than location 2. Or it could be the location of geoelectric 1 and 3 also detected the presence of the element gold (Au), but because it is only done one test sample at each location geoelectric then to prove it need for the overall sample testing at each anomaly detected in track 1 and 3.
Kata kunciAjibarang, jingkang, geolistrik wenner, mineralisasi
Pembimbing 1Eko Bayu Purwasatriya, S.T., M.Si
Pembimbing 2Siswandi, S.T., M.T
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2016-08-18 14:33:09.340838
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.