Artikel Ilmiah : F1A012047 a.n. WAHYU SUBEKTI
| NIM | F1A012047 |
|---|---|
| Namamhs | WAHYU SUBEKTI |
| Judul Artikel | NYADRAN ALA BREBES (Fenomena Tradisi Nyadran Masyarakat Brebes Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tradisi nyadran berasal dari bahasa Sansekerta, Sraddha yang artinya keyakinan. Secara umum nyadran diartikan sebagai kegiatan bersih makam yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat Jawa yang umumnya tinggal di pedesaan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak jaman Hindu-Budha sebelum masuknya ajaran Islam ke tanah Jawa. Sejak abad ke-15 para Sunan atau yang dikenal dengan sebutan Walisongo menggabungkan tradisi tersebut dalam dakwahnya untuk menyebarkan ajaran Islam supaya mudah diterima. Kegiatan ini bisa dipahami sebagai sebuah simbolisasi hubungan antara seseorang dengan leluhur, dengan sesama dan hubungan dengan Tuhan. Adapun yang berbeda dari tradisi nyadran di masyarakat Brebes secara turun temurun memaknai tradisi ini berkunjung ke saudara yang lebih tua. Masyarakat harus membawa buah tangan yang wajib yaitu gula,teh dan makanan tradisional seperti kupat lepet, arem arem, dan cucur. Adapun yang berbeda pula tradisi nyadran di masyarakat Brebes secara turun temurun memaknai tradisi ini berkunjung ke saudara yang lebih tua. Melalui serangkaian wawancara mendalam terhadap masyarakat kecamatan brebes, Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian warga masyarakat tersebut masih melaksanakan tradisi nyadran sebagai hal yang dipercaya untuk mempererat silaturahmi keluarga. Akan tetapi, ada pula yang melaksanakan tradisi tersebut hanya karena ikut-ikutan dan sekedar untuk melestarikan tradisi yang ada. Mengenai makna nyadran itu sendiri adalah kegiatan untuk mempererat solidaritas pada masyarakat, dan momen untuk berbagi bersama keluarga serta saling memaafkan. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Budayawan Brebes, nyadran itu sendiri memiliki filosofi makna bahwa kita sebagai manusia hendaknya harus menyambung silaturahmi, saling memaafkan, dan saling berbagi kesesama. Nyadran juga sebagai wujud rasa hormat dari generasi muda kepada generasi yang tua. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Nyadran is derived from the Sanskrit, Shraddha meaning beliefs. In general the nyadran defined as activities conducted in the graveyard clean together by Javanese people who generally live in rural areas. This tradition already in progress from the time before the entry of Hindu-Buddhist teachings of Islam to Java. Since the 15th century the Sunan or known as the tradition of combining Information in dakwahnya to spread Islamic teachings so easily accepted. This activity can be understood as symbolizing a connection between someone with ancestors, with each other and a relationship with God. As for which is different from nyadran in Brebes hereditary society interpret this tradition visiting older brothers. The community must carry mandatory hands i.e. fruit sugar, tea and traditional foods such as kupat lepet, arem, arem and cucur. As for the different nyadran in Brebes hereditary society interpret this tradition visiting older brothers. Through a series of in-depth interviews to society subdistrict brebes, results of this research show that most residents still carry out the nyadran as it is believed to retain its family hospitality. However, there is also the tradition that carries out only because of the bandwagon and just to preserve the existing tradition. About the meaning of the nyadran itself is an activity to strengthen solidarity in the community, and to share moments with your family as well as the pardon. It is also justified by the Humanist Brebes, nyadran itself has the philosophy of meaning that we as human beings should have to kinship, pardon, and share kesesama. Nyadran also as a form of respect from the younger generation to the older generation. |
| Kata kunci | Tradisi, Brebes, Jawa, Nyadran, Tradition, Brebes, Java, Culture, Nyadran |
| Pembimbing 1 | Dra. Sotyania W, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Drs. Tri Sugiarto, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Edy Suyanto, M.Si |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2016-08-16 17:26:29.268172 |