Artikel Ilmiah : A1H012065 a.n. IRVIANA TRISNA RAMADHANI

Kembali Update Delete

NIMA1H012065
NamamhsIRVIANA TRISNA RAMADHANI
Judul ArtikelPENGARUH BERBAGAI JENIS KEMASAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP UMUR SIMPAN KEJU SUSU SAPI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Keju sebagai produk dengan bahan dasar susu merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Keju banyak mengandung komponen gizi yang mudah mengalami penurunan mutu. Untuk mempertahankan kualitas keju diperlukan pengemasan yang sesuai agar saat sampai di tangan konsumen kualitas tetap baik. Selama ini masyarakat berpendapat bahwa cara pembuatan keju sangat rumit dan membutuhkan waktu yang lama, untuk ini maka dilakukan pembuatan keju dengan cara pengasaman langsung menggunakan asam asetat yang mudah didapat di pasaran yaitu asam cuka. Tingginya kandungan lemak pada keju membuat keju memerlukan perhatian khusus dalam proses pengemasan dan penyimpanannya agar mutunya tetap terjaga.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan, Jurusan Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) model Arrhenius digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui umur simpan sesungguhnya secara sistematis. Kemasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah polyethylene, polypropylene dan aluminium foil dengan suhu penyimpanan 5°C, 10°C dan suhu ruang. Variabel mutu yang diuji yaitu warna (kecerahan), kadar air, kadar asam laktat, dan pH.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dan pH cenderung mengalami penurunan selama penyimpanan, warna (kecerahan) dan kadar asam laktat cenderung mengalami peningkatan. Perhitungan umur simpan dengan model Arrhenius menunjukkan bahwa perlakuan yang memiliki umur simpan paling panjang adalah keju yang dikemas dengan polyethylene dengan suhu penyimpanan 5°C mampu bertahan selama 65 hari.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cheese as a product derives from milk is a great alternative that can be used to full fill the needs of animal protein. Cheese contains many nutritional components which easy to decrease quality. To make the quality stays longer, it needs appropriate package so the quality stay good when it’s delivered to the consumer. During this time, people say that making cheese is complicated and takes much time because of that, the cheese can be made by direct acidification using asestat acid which easily found in the market, that is vinegar acid. The high fat content in cheese needs special attention in the process of packaging and its storage so that quality is maintained.
This research was conducted at the Thermal System and Renewable Energy Engineering Laboratory, Department of Agricultural Technology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) method Arrhenius models is used in this research to know the real shelf life mathematically. Packaging that used in this study are polyethylene, polypropylene and aluminum foil with storage temperature of 5°C, 10°C and room temperature. Variable quality observe are color (brightness), moisture content, levels of lactic acid, and pH.
The results showed that the water content and pH decreasing during the storage time, color (brightness) and lactic acid levels increasing during the storage time. Calculation of shelf life by Arrhenius models showed that the treatment which is has the longest shelf life is packed with polyethylene with a storage temperature of 5°C can be stayed for 63 days.
Kata kunciKeju lunak, pengasaman langsung, umur simpan.
Pembimbing 1Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, MP.
Pembimbing 2Riana Listanti, S.TP., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2016-08-15 22:09:00.216824
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.