Artikel Ilmiah : H1B011019 a.n. NURLYTA SARI

Kembali Update Delete

NIMH1B011019
NamamhsNURLYTA SARI
Judul ArtikelANALISIS MODEL DINAMIK INTRA-HOST MALARIA DENGAN PENGOBATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK. Malaria adalah penyakit yang diakibatkan oleh plasmodium dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Setelah plasmodium masuk ke dalam tubuh manusia, maka plasmodium akan langsung masuk ke dalam sel darah merah, kemudian berkembang dan pecah menghasilkan merozoit. Pengobatan penyakit malaria digunakan untuk mengurangi risiko perkembangan merozoit di dalam tubuh manusia. Dinamika penyebaran merozoit di dalam tubuh manusia dapat dimodelkan ke dalam model matematika yang dikenal dengan nama model intra-host malaria. Karakteristik model dapat dipelajari dari titik kesetimbangan dan angka reproduksi dasar. Terdapat dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik yang keduanya bersifat stabil asimtotis. Angka reproduksi dasar digunakan untuk mengetahui suatu kemungkinan terjadinya endemik penyakit dalam suatu populasi pada masa mendatang. Berdasarkan model, titik kesetimbangan akan stabil asimtotis jika dan hanya jika R0 kurang dari sama dengan nol dan parasit (merozoit) di dalam tubuh akan habis. Jika R0 lebih dari nol, maka titik kesetimbangan endemik akan stabil asimtotis dan merozoit di dalam tubuh akan tetap ada. Ini berarti sel imun tubuh dan pengobatan tidak dapat melawan infeksi malaria di dalam tubuh.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT. Malaria is a disease caused by plasmodium which is transmitted by a Anopheles mosquito. After plasmodium sign in human body, then plasmodium will sign in red blood cells, and than growth and broken to produce merozoit. A treatment of malaria is used to reduce the risk of the growth of merozoit in the human body. The dynamics of meerozoit in the human body can be represented in a mathematical model known as the Intra-Host model of malaria. Characteristics of the model can be studied from the equilibria points and a basic reproduction number (R0). There are two points of the equilibria, namely a disease-free equilibrium and endemic equilibrium, where both are asymptotically stable. The basic reproduction number is used to determine the likelihood of an endemic disease in a population in the future. The disease-free equilibrium point asymptotically stable if and only if R0 is less than or equal one and parasites (merozoites) in the body will be depleted. If R0 is greater than the endemic equilibrium point will be asymptotically stable and merozoites in the body will remain there. This means the body's immune cells and treatment of malaria can not fight infections in the body.
Kata kuncimalaria, pengobatan malaria, angka reproduksi dasar, titik kesetimbangan.
Pembimbing 1Drs. Wuryatmo A. Sidik, Dip.Sc., M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2Renny, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2016-08-15 19:32:13.056576
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.