Artikel Ilmiah : E1A012155 a.n. E RAIHAN RAMADHILLAH
| NIM | E1A012155 |
|---|---|
| Namamhs | E RAIHAN RAMADHILLAH |
| Judul Artikel | KAJIAN YURIDIS TENTANG INTERNASIONALISASI SENGKETA BERSENJATA MENURUT HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL (Studi terhadap kasus sengketa bersenjata di Suriah antara tahun 2011 sampai 2016) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Konflik bersenjata non-internasional yang diinternasionalisasikan adalah perang sipil yang ditandai dengan intervensi dari angkatan bersenjata dari kekuatan asing. Bentuk sengketa bersenjata terjadi dengan frekuensi yang besar dan menimbulkan banyak pertanyaan menarik bagi masyarakat internasional. Sengketa bersenjata di Suriah merupakan sengketa bersenjata yang sudah berlangsung dari tahun 2011 yang sampai saat ini banyak negara lain yang sudah terlibat dalam konflik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status sengketa bersenjata di Suriah menurut Hukum Humaniter Internasional, selanjutnya mengetahui penerapan Hukum Humaniter Internasional dalam sengketa bersenjata di Suriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis, selanjutnya akan dianalisis secara normatif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer sebagai pendukung. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Sengketa Bersenjata yang terjadi di Suriah statusnya belum dapat diinternasionalkan dan masih berupa sengketa bersenjata non-internasional. Pihak pemberontak di Suriah belum menjadi agen dari suatu Negara, berperan atas komando dari Negara, dan mendapatkan bantuan berupa angkatan bersenjata. Pasal 3 Konvesi Jenewa 1949 serta Protokol Tambahan II tahun 1977 masih banyak yang dilanggar baik oleh Pemerintah Suriah maupun pihak pemberontak. Dewan Keamanan PBB seharusnya dapat berperan menjadi penengah dalam suatu proses perundingan damai antara pihak-pihak yang berkonflik di Suriah. Mencari solusi yang cepat dan tepat dalam mengakhiri konflik bersenjata yang berkepanjangan di Suriah sehingga pelanggaran HAM dalam konflik tersebut dapat segera dihentikan. Kata Kunci: Internasionalisasi, Sengketa bersenjata, Hukum Humaniter Internasional. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT Internationalized non-international armed conflict is a civil war characterized by the intervention of the armed forces of a foreign power. This form of armed conflict occurs with great frequency and raises many questions of interest to the international community. Since 2011 until now, many countries have been involved in the armed conflict in Syria. The purpose of this research is to determine the status of the armed conflict in Syria, according to International Humanitarian Law, and also to determine the application of International Humanitarian Law of the armed conflict in Syria. This study uses normative juridical with analytical descriptive, then will be analyzed with normative qualitative. The conclusion of this research is the armed conflict in Syria could not be internationalized and the status is still non-international armed conflict. The belligerent in Syria has not become an agent of the State, act by the command of the State, and have not received an armed forces form of the State. There are so many violated done either by the Syrian Government and the belligerent about Article 3 of the Geneva Convention 1949 and Additional Protocol II of 1977. The United Nation Security Council should be able to play a role as a mediate between the parties in the armed conflict in Syria. Looking for an appropriate solution to end the armed conflict in Syria so the human rights violations in the conflict can be stopped. Keyword: Internationalized, armed conflict, International Humanitarian Law. |
| Kata kunci | Internasionalisasi, Sengketa bersenjata, Hukum Humaniter Internasional. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ade Maman Suherman,S.H.,M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Dr. H. Isplancius Ismail, S.H.,M.Hum. |
| Pembimbing 3 | Dr. Noer Indriati S.H., M.Hum. |
| Tahun | 2012 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2016-08-15 02:34:57.447721 |