Artikel Ilmiah : C1A012006 a.n. SILMIAH

Kembali Update Delete

NIMC1A012006
NamamhsSILMIAH
Judul ArtikelANALISIS DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) TERHADAP PENDAPATAN DAN EFISIENSI (Studi Kasus Petani Padi di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) merupakan program berupa dana bantuan untuk membantu masalah permodalan yang sering dihadapi oleh petani. Sasaran dari program PUAP adalah kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan dan usaha tani yang efisien. Berdasarkan hal tersebut maka diambil judul penelitian “Analisis Dampak Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Terhadap Pendapatan dan Efisiensi (Studi Kasus Petani Padi di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak PUAP terhadap pendapatan dan tingkat efisiensi petani padi di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Menghitung penerimaan, biaya usahatani, pendapatan, dan efisiensi sebelum dan sesudah PUAP. Untuk membandingkan pendapatan dan efisiensi usahatani sebelum dan sesudah PUAP digunakan analisis uji statistik t hitung berpasangan (paired sample t-test).
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh bahwa : (1) Terdapat perbedaan pendapatan petani padi di Kelurahan Teluk sebelum dengan sesudah program PUAP dengan rata-rata pendapatan peningkatan sebesar 21 persen dibandingkan sebelum menerima dana bantuan, (2) Rata –rata usaha tani padi di Kelurahan Teluk sebelum dan setelah menerima PUAP sudah efisien (R/C>1) dan hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat efisiensi sebelum dengan sesudah program PUAP dengan rata-rata kenaikan sebesar 7,7 persen.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu: (1) untuk meningkatkan pendapatan petani padi, dapat dilakukan dengan lebih mengikuti kepada standar operasional prosedur (SOP), seperti penambahan jumlah pupuk dan pengurangan terhadap penggunaan benih sesuai sehingga selain berkurangnya biaya untuk benih, hasilnya juga dapat lebih maksimal serta melalui dana PUAP kelompok juga dapat memiliki alat perontok padi yang disewakan dengan harga yang rendah dan dapat digunakan bersama, sehingga petani tidak kesulitan merontokan padi menjadi gabah dan menekan kehilangan hasil dalam penanganan pasca panen, (2) Dengan peningkatan penerimaan dan penekanan biaya produksi yang dikeluarkan melalui pengurangan jumlah benih, dan sewa peralatan dengan harga rendah, diharapkan selain meningkatkan pendapatan juga dapat meningkatkan tingkat efisiensi usahatani.
Abtrak (Bhs. Inggris)Rural Agribusiness Development (PUAP) is a program capital aid to addres the problem of farmer capital. PUAP target is the welfare with revenue increase and more efficient farming. Based on this it, entitled: "Analysis of the Impact of Rural Agribusiness Development (PUAP) on Revenue and Efficiency (Study Case of Rice Farmers in the Teluk Village, South Purwokerto District, Banyumas)". The purpose of this study is to determine how PUAP impact on revenues and efficiency of rice farmers in the Teluk Village, South Purwokerto District, Banyumas.
This research is descriptive-quantitative with survey method. Calculate the revenue, expenses, income, and efficiency. Comparing revenue and efficiency in this study used statistical test analysis t pairs (paired sample t-test).
Based on the results of research and data analysis first: There are differences in the income of rice farmers in the Teluk Village before and after the PUAP program with an average revenue increase of 21 percent compared to before receiving funds. Second the average paddy farming in Teluk Village before and after PUAP is efficient (R / C> 1) and the calculation results show that there are differences in the efficiency before the program after PUAP with an average increase of 7.7 percent.
The implication of this research, is first: to increase the income of rice farmers, they could do more to follow the standard operating procedures (SOP), such as increasing the number of fertilizer and the reduction of the use of seeds accordingly so that can reduced costs for seed, group can also have a tool threshers are rented at a low price and can be used together, so farmers had no trouble removing the paddy into rice and reduce losses in post-harvest handling. Second with the increased acceptance and reduced cost of production through reducing the amount of seeds, and rental equipment at low prices, is expected to increasing revenues can also increase the efficiency of farming.
Kata kunciKunci : Program PUAP, Pendapatan dan Efisiensi Usahatani
Pembimbing 1Dra. Neni Widayaningsih, MM
Pembimbing 2Barokatuminalloh, SE, MSc
Pembimbing 3Dr. Diah Setyorini G, SE, M.Si
Tahun2016
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2016-08-09 03:02:53.757435
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.