Artikel Ilmiah : C1A011073 a.n. DWI WIDHI PRASETYA NINGSIH
| NIM | C1A011073 |
|---|---|
| Namamhs | DWI WIDHI PRASETYA NINGSIH |
| Judul Artikel | Keuntungan dan Efisiensi Ekonomis Industri Rumah Tangga Gula Kelapa Kristal dan Gula Kelapa Cetak di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Keuntungan dan Efisiensi Ekonomis Industri Rumah Tangga Gula Kelapa Kristal dan Gula Kelapa Cetak di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keuntungan dan efisiensi ekonomis pada usaha pembuatan gula kelapa kristal dan gula kelapa cetak di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisis deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus untuk responden pengrajin gula kelapa kristal dan dengan metode sampel untuk responden pengrajin gula kelapa cetak. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan (TR – TC) dan analisis R/C Ratio. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan keuntungan yang diperoleh pengrajin gula kelapa kristal dan pengrajin gula kelapa cetak. Rata-rata keuntungan yang diperoleh pengrajin gula kelapa kristal adalah sebesar Rp3.331.527,05 per bulan, sedangkan rata-rata keuntungan pengrajin gula kelapa cetak sebesar Rp2.351.229,37 per bulan. Hal ini menunjukkan keuntungan yang diperoleh pengrajin gula kelapa kristal lebih tinggi dibanding keuntungan yang diperoleh pengrajin gula kelapa cetak. Perbedaan keuntungan tersebut disebabkan karena harga jual produk yang berbeda yaitu Rp16.000 per kilogram untuk gula kelapa kristal dan Rp12.910 per kilogram untuk gula kelapa cetak. Nilai efisiensi ekonomis (R/C) yang diperoleh pengrajin gula kelapa kristal dan pengrajin gula kelapa cetak sudah efisien. Hal ini dapat dilihat dari nilai R/C pada masing masing pengrajin yaitu lebih dari 1. Nilai R/C pada usaha pembuatan gula kelapa kristal sebesar 7,25 per bulan, sedangkan nilai R/C pada usaha pembuatan gula kelapa cetak sebesar 6,1 per bulan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengrajin gula kelapa baik kristal maupun cetak harus mulai beralih menggunakan bahan bakar yang lebih ekonomis seperti limbah gergajian kayu, karena diketahui harga dari limbah gergajian kayu jauh lebih murah dibanding harga kayu bakar yang biasa mereka gunakan. Pengrajin gula kelapa di Desa Pageraji perlu mendapatkan pembinaan dan peningkatan modal dalam upaya meningkatkan keuntungan pengrajin gula kelapa. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research entitled “ The Profit and Economical Efficiency of Home Industry “Gula Kelapa Kristal dan Gula Kelapa Cetak (crystal brown sugar and mould brown sugar) in Pageraji, Cilongok, Banyumas Regency.” The aim of this research is to examine the profit and economical efficiency of Gula Kelapa Kelapa Kristal and Gula Kelapa Cetak (crystal brown sugar and mould brown sugar) in Pageraji, Cilongok, Banyumas Regency.” The method of this research is a study case method with descriptive analysis. Sampling is taken by using census method for crystal brown sugar makers and sampling method is used for mould brown sugar makers. The data of this research are primary and secondary data. The Techniques of analysis data are Profit Analysis (TR-TC) and R/C Ratio Analysis. The result of this research shows that there is a different achievement of crystal and mould brown sugar makers. The mean of profit which is earned by crystal brown sugar makers is Rp3,331,527.05each month, whereas for mould brown sugar makers is Rp2,351,229.37 each month. It shows that the profit of crystal brown sugar makers is higher than mould brown sugar makers. That difference is caused by the price for those sugar different. It is Rp16,000 for a kilogram of crystal brown sugar and Rp12,910 for a kilogram of mould brown sugar. The value of Efficiency and Economy (R/C) is achieved by crystal and mould brown sugar makers have been efficient. It is seen in R/C value for each brown sugar makers have been more than 1. The value of R/C of crystal brown sugar makers is 7.25 in a month, whereas for mould brown sugar makers is 6.1 in a month. The implication of this research is the crystal and mould brown sugar makers must use any more economical fuel, such as sawdust. Sawdust is cheaper than firewood. The crystal and mould brown sugar makers must get a socialization, including their additional capital. Finally, they will earn their profit more. |
| Kata kunci | Keuntungan usaha, Efisiensi Ekonomis, R/C Ratio, dan Break Even Pont |
| Pembimbing 1 | Drs. Hary Pudjianto, MM |
| Pembimbing 2 | Ratna Setyawati Gunawan, SE, MSi |
| Pembimbing 3 | Drs. Indi Sutopo, MM |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 224 |
| Tgl. Entri | 2016-08-09 01:41:35.048406 |