Artikel Ilmiah : H1D012026 a.n. HENDRO SAPUTRA

Kembali Update Delete

NIMH1D012026
NamamhsHENDRO SAPUTRA
Judul ArtikelANALISIS BIAYA KECELAKAAN PENGGUNA KENDARAAN RODA EMPAT DAN ANGKUTAN UMUM DI WILAYAH PURBALINGGA DENGAN METODE WILLINGNESS TO PAY
Abstrak (Bhs. Indonesia)Dewasa ini perkembangan lalu lintas mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan ini bagai pisau bermata dua yang mengakibatkan dampak positif dan negatif pada masyarakat. Masyarakat mulai dapat mengakses moda transportasi serta menikmati pelayanan lalu lintas yang berimbas pada kemudahan kegiatan sehari-hari. Disamping itu pula terdapat pengaruh negatif yang terjadi akibat perkembangan lalu lintas, salah satunya adalah bertambahnya jumlah kecelakan secara signifikan. Purbalingga seperti kabupaten lain di Indonesia memiliki tingkat kecelakaan yang juga tinggi. Korban yang jatuh setiap tahunnya cukup tinggi dengan tingkat fatalitas yang berbeda-beda. Korban kecelakaan kendaraan roda empat sebenarnya tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan korban kendaraan roda dua, dilihat dari tingkat fatalitas korban kecelakaan kendaraan roda empat biasanya jarang mengalami luka berat ataupun sampai meninggal dunia. Namun karakteristik yang diangkat dari korban kecelakaan roda empat adalah besarnya kerugian materi yang dialami oleh korban jauh lebih besar dari korban kecelakaan roda dua. Tingginya tingkat kecelakaan juga bisa didasarkan oleh kurangnya kesadaran pengendara untuk menggunakan perlengkapan keselamatan standar yang disyaratkan sebelum berkendara. Kondisi kendaraan yang kurang perawatan juga bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan pada pengedara kendaraan. Dalam perhitungan biaya kecelakaan dikenal metode willingness to pay yaitu metode yang digunakan untuk menghitung tingkat probabilitas keinginan sesorang untuk membayar lebih demi mengurangi resiko kecelakaan. Setelah dilakukan survey terhadap 100 responden yang berdomisili di Kabupaten Purbalingga,dilakukan analisis regresi logistik dan diperoleh hasil bahwa usia dan pernah tidaknya responden mengalami kecelakaan merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat keinginan responden untuk membayar lebih. Dimana responden yang berjenis kelamin laki-laki yang pernah mengalami kecelakaan memiliki probabilitas 95,1% untuk membayar lebih. Sedangakn untuk responden laki-laki yang tidak pernah mengalami kecelakaan memiliki 76,8% probabilitas untuk membayar lebih.
Abtrak (Bhs. Inggris)Currentlly of the transportation traffic has a great increase. This increase had a possitive and negative impact to the society. The people began to be accese the transportation more easily that can effected to the their daily activities. Besaides the positive impact there also the negative impact of the development on transportation, the driving accindent wasone of the impact that had increase significanly. Purbalingga just like another city in Indonesia had a high rate of driving accident. The cassualties of the accident that happend every years were very high with different fatality level. The cassualites of car user acctually was not as much as motorcycle user, and if we looked in fatality level many of motorcycle user had to die or serious injury because of the accident. But the charestiristic and fatality level of car user casualties in the material loss that must be borne by the victim are higher that motor cycle user. The high rate of accident can happened because the car user has less awareness of the user to use the safety equipment that has been prerequiste. The condition of the car that has less of threatment can also became a reason of an accident. In the accident cost analysis there was a methode called willingness to pay menthode, this methode can used to count the probability of the willingness of some people to pay more to decrease the accident risk. After the suvey of 100 Purbalingga citizens had held. The regresion logistic analysis was done and the result can show us that the age and the experience of respondent at driving accident a least once were the most effected factor to probability of the willingness of someone to pay more. The male respondent that was had driving accident at least once had 95.1% probabilities of willingness to pay more. Whereas the male respondent that never had driving accident had 76,8% probability.
Keywords: accident cost, car user, Purbalingga, willingness to pay methode
Kata kuncibiaya kecelakaan, pengendara roda empat, Purbalingga, metode willingness to pay
Pembimbing 1Dr. Gito Sugiyanto S.T.,M.T.
Pembimbing 2Probo Hardini S.T.,M.T.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2016-08-08 20:17:46.234974
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.