Artikel Ilmiah : G1F012054 a.n. CURIE JULIA KULZUMIA

Kembali Update Delete

NIMG1F012054
NamamhsCURIE JULIA KULZUMIA
Judul ArtikelPengembangan dan Validasi Spektrofotometri dengan Pendekatan Kemometrika Principal Component Regression untuk Analisis Simultan Asam Benzoat dan Salisilat dalam Sediaan Larutan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kombinasi asam benzoat dan salisilat memiliki fungsi sebagai fungistatik dan fungisida. Salah satu bentuk sediaan farmasi yang mengandung kedua senyawa tersebut adalah dalam bentuk larutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, memvalidasi, dan mengaplikasikan sepktrofotometri dengan pendekatan kemometrika principal component regression (PCR) untuk analisis asam benzoat dan salisilat dalam sediaan larutan secara simultan.
Konsentrasi yang digunakan berkisar antara 1,9-7,8 µg/mL (asam benzoat) dan 2,9-11,5 µg/mL (asam salisilat). Model kemometrika dikembangkan menggunakan 16 training set dan 10 test set. Komposisi Training set dibuat berdasarkan ketentuan dalam central composite design (CCD) sedangkan test set diambil secara acak. Larutan campuran dibaca absorbansinya dengan spektrofotometer UV dengan panjang gelombang (200-400 nm), dan selanjutnya diolah dengan model PCR menggunakan Unscrambler. Model divalidasi secara internal dan eksternal. Selanjutnya dilakukan validasi metode analisis berupa linearitas, rentang, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ. Aplikasi metode analisis pada sediaan larutan dievaluasi berupa % rata-rata klaim label.
Hasil dari penelitian ini didapatkan panjang gelombang dan PC optimum untuk model PCR adalah 225-235 nm PC 1 (asam benzoat) dan 235-245 nm PC 3 (asam salisilat). Hasil validasi metode pada asam benzoat dan salisilat secara berurutan didapatkan nilai R2 (0,9826 dan 0,9889), % recovery (35,7-39,6% dan 96,8-106,4%), % RSD (2,7-7,1% dan 1,94-5,3%), LOD (0,92 µg/mL dan 1,09 µg/mL), dan LOQ (2,79 µg/mL dan 3,31 µg/mL). Metode yang dikembangkan dapat diaplikasikan pada sediaan larutan yang mengandung asam benzoat dan salisilat.
Abtrak (Bhs. Inggris)The combination of benzoic acid and salicylic functions as fungistatic and fungicide. One of pharmaceutical dosage forms containing the two compounds are in solution form. This research aims to develop, validate, and apply sepktrofotometri with chemometrics approach principal component regression (PCR) for analyzing benzoic and salicylic acid in the preparation of the solution simultaneously.
Concentrations used ranged from 1,9-7,8 µg/mL (benzoic acid) and 2,9-11,5 µg/mL (salicylic acid). Chemometrics model is developed using 16 training and 10 test sets. Composition training sets made under the provisions of the central composite design (CCD) while the test sets were drawn randomly. Read mixed solution with an absorbance by UV spectrophotometry with wavelengths (200-400 nm), and further processed by PCR model using Unscrambler. The model is validated internally and externally. Furthermore, the validation of analytical methods such as linearity, range, accuracy, precision, LOD and LOQ. Application analysis methods in preparation solution was evaluated in % average label claims.
The results of this study, the optimum wavelength and PC to the model PCR is 225-235 nm PC 1 (benzoic acid) and 235-245 nm PC 3 (salicylic acid) were selected. The results of the validation method of benzoic and salicylic acid were obtained the value of R2 (0,9826 and 0.9889),% recovery (35,7-39,6% and 96,8-106,4%), % RSD (2,7-3,3% and 3,5-4,2%), LOD (0,92 µg/mL and 1,09 µg/mL), and LOQ (2,79 µg/mL and 3,31 µg/mL), respectively. The method can be applied to the preparation of solution containing benzoic and salicylic acid.
Kata kunciAsam Benzoat, Salisilat, PCR, Kemometrika, Validasi
Pembimbing 1Hendri Wasito, M.Sc., Apt
Pembimbing 2Dr. Sri Sutji Susilowati, M.Si., Apt
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2016-08-01 22:10:18.060193
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.