Artikel Ilmiah : D1E010053 a.n. AMIYANTO

Kembali Update Delete

NIMD1E010053
NamamhsAMIYANTO
Judul ArtikelSUPLEMENTASI HERBAL PADA PUPUK CAIR URIN SAPI BUNTING TERHADAP TINGGI TANAMAN DAN JUMLAH ANAKAN RUMPUT GAJAH DEFOLIASI KEDUA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian yang berjudul “Suplementasi Herbal Pada Pupuk Cair Urin Sapi Bunting Terhadap Tinggi tanaman dan Jumlah Tunas Anakan Rumput Gajah Defoliasi Kedua” ini dilaksanakan mulai tanggal 23 Oktober 2015 sampai dengan 18 Desember 2015, bertempat di Eksperimental Farm Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan adalah rumput gajah, pupuk organik granul, pupuk cair urin sapi bunting suplementasi herbal, cangkul, sabit, meteran, alat ukur, alat hitung dan pensil. Penelitian menggunakan metode eksperimental. Rancangan penelitian menggunakan rancangan Nested (Grouped) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rataan tinggi tanaman rumput gajah P1d1 (284,62 cm), P1d2 (274,11 cm), P1d3 (307,17 cm), P2d1 (294,17 cm), P2d2 (283,67 cm), P2d3 (292,83 cm), P3d1 (260,67 cm), P3d2 (280,50), P3d3 (283,45 cm), P4d1 (296,56 cm), P4d2 (266,78 cm), P4d3 (307,89 cm) dan nilai rataan jumlah tunas anakan rumput gajah P1d1 (7,33 tunas), P1d2 (8,45 tunas), P1d3 (10,50 tunas), P2d1 (8,72 tunas), P2d2 (9,89 tunas), P2d3 (7,61 tunas), P3d1 (7,78 tunas), P3d2 (9,89 tunas), P3d3 (8,67 tunas), P4d1 (10,56 tunas), P4d2 (8,17 tunas), P4d3 (11,00 tunas). Hasil analisis variansi menunjukan perlakuan jenis pupuk tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap tinggi tanaman dan jumlah tunas anakan rumput gajah defoliasi kedua. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa suplementasi herbal pada pupuk cair urin sapi bunting pada jenis pupuk belum mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah tunas anakan rumput gajah defoliasi kedua. Pada peningkatan dosis pupuk tidak mampu meningkatkan tinggi tanaman akan tetapi mampu meningkatkan jumlah tunas anakan rumput gajah.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research, entitled “The Effect of Supplementation of Herbal in to Liquid Fertilizer of Pregnant Cow Urine on The Height and Amount of Tillers of Bulrush at The Second Defoliation", had been held from 23 October 2015 to 18 December 2015, at the Experimental Farm Faculty of Animal Science, University of Jenderal Soedirman. The materials used were bulrush, granule organic fertilizer, pregnant cow urine and herbal, hoes, sickles, meter, measuring tools, calculators and pencils. The research used experimental methods and was designed with nested design ( grouped ) with 12 treatments and 3 replications. The results showed that the average P1d1 (284.62 cm), P1d2, P1d3 , P2d1, P2d2, P2d3, P3d1, P3d2, P3d3, P4d1, P4d2, and P4d3 value of the height of bulrush 284.63 cm, 274.11 cm, 307.17 cm, 294.17 cm, 283.67 cm, 292.83 cm, 260.67 cm, 280.50 cm, 283.45 cm, 296.56 cm, 266.78 cm, and 307.89 cm respectively. The results of analysis of variance showed that there were no significant effects (P > 0.05) of the supplementation on the height and amount of tillers of bulrush at the second defoliation. Increasing fertilizer doses in this study is not able to increase the height of bulrush but is able to increase the amount of tillers (P < 0.05) at the second defoliation.
Kata kunciRumput gajah, Suplementasi herbal, Pupuk cair, Tinggi tanaman, Jumlah anakan,
Pembimbing 1Ir. Suwarno, MSc. Ph. D
Pembimbing 2Ir. Nur Hidayat, M. Si
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2016-07-29 13:58:11.095393
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.