Artikel Ilmiah : A1L012007 a.n. RIDA FIRMANSYAH
| NIM | A1L012007 |
|---|---|
| Namamhs | RIDA FIRMANSYAH |
| Judul Artikel | EKSPLORASI, IDENTIFIKASI DAN POTENSI PARASITOID TELUR DALAM MENGENDALIKAN HAMA WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) PADA TANAMAN PADI DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui jenis parasitoid telur WBC di wilayah Banyumas: 2) mengetahui potensi parasitoid telur dalam mengendalikan hama WBC: 3) mengetahui jenis parasitoid telur yang paling efektif untuk mengendalikan hama WBC. Penelitian ini menggunkan metode purposive random sampling untuk memperoleh lokasi sebaran WBC. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Banyumas sejak November 2015 hingga April 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Pola Tersarang. Faktor ke-1 adalah Kecamatan yang terdiri atas Kecamatan Kebasen, Cilongok, Kembaran, Jatilawang Sumpiuh dan faktor ke-2 adalah desa yang tersarang dalam Kecamatan. Masing-masing kecamatan terdiri atas 5 desa. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila beda nyata, maka di uji lanjut menggunakan DMRT dengan taraf kesalahan 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parasitoid telur WBC yang ada di wilayah Banyumas adalah Gonatocerus sp. dan Oligosita sp. Tingkat pemarasitan Gonatocerus sp. tertinggi di Kecamatan Sumpiuh sebesar 53,43 persen dan terendah di Kecamatan Kembaran sebesar 36,35 persen. Tingkat pemarasitan Oligosita sp. tertinggi di Kecamatan Kembaran sebesar 18,26 persen dan terendah terdapat di Kecamatan Jatilawang sebesar 4,00 persen. Populasi nimfa WBC tertinggi di Kecamatan Cilongok sebanyak 1,83 individu/rumpun dan terendah di Kecamatan Kebasen sebanyak 0,60 individu/rumpun. Populasi imago WBC tertinggi di Kecamatan Jatilawang sebanyak 35,53 individu/rumpun dan terendah di Kecamatan Kembaran sebanyak 0,98 individu/rumpun. Intensitas serangan WBC tertinggi di Kecamatan Jatilawang sebesar 16,30 persen dan terendah di Kecamatan Kembaran sebesar 9,00 persen. Populasi telur WBC tertinggi di Kecamatan Jatilawang sebanyak 38,48 telur/rumpun dan terendah di Kecamatan Kembaran sebanyak 8,68 telur/rumpun |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aimed to: 1) knowing the types of BPH egg parasitoids in Banyumas Regency: 2) know the potential of the egg parasitoids in controlling BPH: 3) knowing the most effective types of egg parasitoids for controlling BPH pests. Research used purposive random sampling methods to gain location of BPH distribution. Research was carried out in Banyumas Regency since November 2015 to April 2016. Research using Design nested pattern. The first factors was Subdistrict Kebasen, Cilongok, Kembaran, Jatilawang and Sumpiuh and the second factors was villages in the Subdistrict. Each Subdistrict consists of 5 villages. Data were analyzed using F test and DMRT test with α 5 persent error level. The research results BPH egg parasitoids in Banyumas Regency are Gonatocerus sp. and Oligosita sp. Levels parasitized of parasitoid Gonatocerus sp. highest rate in Sumpiuh Subdistrict with 53.43 persent and lowest rate in Kembaran Subdistrict 36.35 persent. Levels parasitized of parasitoid Oligosita sp. highest rate in Kembaran Subdistrict with 18.26 persent and lowest rate in Jatilawang Subdistrict 4.00 persent. BPH nimfa populations highest rate in Cilongok Subdistrict with 1,83 individuals/clump and lowest rate in Kebasen with 0.60 individuals/clump. BPH imago populations highest rate in Jatilawang Subdistrict with 35.53 individuals/clump and lowest rate in Kembaran with 0.98 individuals/clump. BPH intensity attack highest rate in Jatilawang Subdistrict with 16.30 persent and lowest rate in Jatilawang Subdistrict 9.00 persent. BPH egg populations highest rate in Jatilawang Subdistrict with 34.48 eggs/ lump and lowest rate in Kembaran with 8.68 eggs/lump. |
| Kata kunci | hama WBC, Gonatocerus sp, Oligosita sp. |
| Pembimbing 1 | Ir. Endang Warih Minarni, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Herminanto, SU., M.Agr.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2016-07-25 20:10:21.729085 |