Artikel Ilmiah : H1C012033 a.n. DESTRI HANDOKO

Kembali Update Delete

NIMH1C012033
NamamhsDESTRI HANDOKO
Judul Artikelanalisis pengaruh penggunaan panjang gelombang 1.310 nm dan 1.550 nm terhadap kinerja layanan IndiHome di PT. Telkom Jatinegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perkembangan teknologi mengakibatkan meningkatnya permintaan pasar pada beberapa layanan. Diantaranya layanan voice, data, video, dan multimedia. Seiring dengan permintaan layanan tersebut, permintaan akan jaringan aksesnya juga meningkat. Jaringan akses yang dibutuhkan tentunya harus memiliki kapasitas yang besar, kecepatan yang tinggi, dan kualitas yang bagus. PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebagai Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia kini sedang meningkatkan kualitas layanan sehingga terus mengembangkan produk baru dengan teknologi Triple Play yang dikenal dengan nama IndiHome dan untuk meningkatkan kualitas dari layanan IndiHome, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk menggunakan serat optik sebagai jaringannya. Analisis yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar efisiensi pada penggunaan panjang gelombang 1.310 nm dan 1.550 nm dengan menggunakan parameter attenuasi, macrobending loss, dispersi, bit rate maximum, signal to noise ratio, dan bit error rate dengan bandwidth 10 MHz, 15 MHz, dan 20 MHz.
Pada panjang gelombang 1.310 nm memiliki nilai loss sistem sebesar 28,37 dB (one stage) dan 28,87 dB (two stage) sedangkan pada 1.550 nm memiliki nilai loss sistem sebesar 24,5 dB (one stage) dan 25 dB (two stage). Dispersi yang dihasilkan pada 1.310 nm sekitar 0,8552 ps/km sedangkan pada 1.550 nm sekitar 14,221 ps/km. Signal to noise ratio dengan bandwidth 10 MHz, 15 MHz dan 20 MHz pada panjang gelombang 1.310 nm dan 1.550 nm memiliki nilai di atas 21,6 dB. Bit error rate dengan bandwidth 10 MHz, 15 MHz dan 20 MHz pada panjang gelombang 1.310 nm dan 1.550 nm memiliki nilai kurang dari 10-9.
Abtrak (Bhs. Inggris)Technological developments constantly create increasing market demand in some services. Including voice, data, video, and multimedia. Along with the demand for such services, the demand for network access also increased. Network access is needed would have to have a large capacity, high speed and good quality. PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk as State Owned Enterprises and telecommunications service providers and the largest network in Indonesia is now to improve the quality of service that continues to develop new products with the Triple Play technology known as IndiHome and to improve the quality of service IndiHome, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk using optical fiber as a network. The analysis was conducted to determine how much the efficiency of the use of the wavelength of 1,310 nm and 1,550 nm by using the parameters of attenuation, macrobending loss, dispersion, bit rate maximum, signal to noise ratio, and bit error rate with a bandwidth of 10 MHz, 15 MHz, and 20 MHz.
At wavelength of 1,310 nm has value of 28.37 dB loss system (one stage) and 28.87 dB (two stage) whereas at 1,550 nm has value of 24.5 dB loss system (one stage) and 25 dB (two stage ). The resulting dispersion at 1310 nm of about 0.8552 ps / km whereas at 1,550 of about 14.221 ps / km. Signal to noise ratio with a bandwidth of 10 MHz, 15 MHz and 20 MHz at wavelength of 1,310 nm and 1,550 nm has value above 21.6 dB. Bit error rate with bandwidth of 10 MHz, 15 MHz and 20 MHz at wavelength of 1,310 nm and 1,550 nm has value of less than 10-9.
Kata kunciSerat Optik, Attenuasi, Dispersi, Bit Rate Maksimum, Signal to Noise Ratio, dan Bit Error Rate
Pembimbing 1Hesti Susilawati,S.T.,M.T.
Pembimbing 2Widhiatmoko Herry Purnomo,S.T.,M.T.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2016-07-25 09:24:57.471528
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.