Artikel Ilmiah : A1H012055 a.n. GINANJAR EKO SAPUTRO

Kembali Update Delete

NIMA1H012055
NamamhsGINANJAR EKO SAPUTRO
Judul ArtikelUJI PERFOMANSI TUNGKU TRADISIONAL KEBO MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR LIMBAH BIOMASSA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pembuatan gula kelapa pada umumnya masih menggunakan tungku tradisional berbahan bakar biomassa. Kelompok Usaha Bersama (KUB) Manggar Sari di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas masih menggunakan tungku tradisional sederhana yang diberi nama Kebo. Tungku tradisional pada umumnya konsumsi energinya sangat besar sehingga cenderung tidak efisien dalam penggunaannya. Oleh karena itu, dilakukan suatu pengujian terhadap kinerja tungku Kebo. Pengujian kinerja menggunakan bahan bakar tempurung kelapa, sabut kelapa, dan kayu bakar jenis kayu mahoni (Swietenia mahagoni). Variabel yang diamati anatara lain 1) suhu, 2) waktu 3) asap dan 4) konsumsi bahan bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui nilai efisiensi dari tungku dengan menggunakan bahan bakar limbah biomassa, 2) mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk pemasakan air dengan tiga macam bahan bakar dan 3) konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata efisiensi tungku saat pemasakan menggunakan bahan bakar tempurung kelapa, sabut kelapa dan kayu bakar berturut-turut adalah 7,32%, 9,89% dan 6,00%. Rata-rata waktu pemasakan dengan ketiga bahan bakar adalah 28 menit saat menggunakan tempurung kelapa, 51 menit saat menggunakan sabut kelapa, dan 25 menit saat menggunakan kayu bakar. Konsumsi rata-rata bahan bakar yang digunakan hingga air mendidih adalah tempurung kelapa 1,95 kg, sabut kelapa 2,44 kg, dan kayu bakar 1,22 kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)The process of making palm sugar commonly still use traditional furnaces biomass fueled. Business Group Manggar Sari in Kalisalak Village Kebasen District of Banyumas still uses the simple traditional furnaces named Kebo. Traditional furnaces commonly have enormous energy consumption so it tends to be inefficient in its use. Therefore, do a test on the performance of Kebo furnaces. This performance was tested using three kind of fuel, they were coconut shell ,coconut husks, and mahogany firewood (Swietenia mahagoni). The observed variables were 1) temperature, 2) times, 3) amount of smoke and 4) consumtion of fuel. The purposed of this study were: 1) to determine the value of furnaces efficiency using waste biomass fuel, 2) determine the required time for boiling water with three fuel , and 3) consumption of fuel. The results showed the average value of the furnaces efficiency when water cooked by coconut shell, coconut husk and firewood fuel were 7.32% , 9.89 % and 6.00 % respectively. For the average of cooking time with the three fuel were 28 minutes when using coconut shells, 51 minutes when it was using coconut husks and 25 minutes when it was using firewood. And the average of used fuel consumption until the water boiled were 1.95 kg of coconut shell, coconut husk 2.44 kg and 1.22 kg firewood.
Kata kunciBiomassa, Efisiensi, Gula kepala, Tungku tradisional
Pembimbing 1Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, M.P.
Pembimbing 2Abdul Mukhlis Ritonga, S.TP., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2016-07-21 16:26:07.754154
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.