| NIM | B1J012144 |
| Namamhs | MELIANA MOGA YUFITA |
| Judul Artikel | KEANEKARAGAMAN SPESIES INDIGENOUS DAN INTRODUKSI MELIACEAE DI BALAI KONSERVASI TUMBUHAN KEBUN RAYA BATURRADEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kebun Raya Baturraden merupakan salah satu area penelitian taksonomi tumbuhan yang cukup strategis dan representatif karena memiliki keanekaragaman tumbuhan yang tinggi. Kebun Raya Baturraden sebagai kawasan konservasi tumbuhan secara ex-situ, saat ini telah memiliki area seluas 143,5 ha, dengan koleksi tumbuhan sebanyak 394 suku ,116 genus dan 2637 spesies Keanekaragaman Meliaceae di Kebun Raya Baturraden cukup tinggi, tetapi, masih banyak spesies suku Meliaceae yang belum teridentifikasi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai keanekaragaman Meliaceae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies indigenous maupun introduksi dan mengetahui hubungan kemiripan antar spesies dalam suku Meliaceae di Kebun Raya Baturraden. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode survei, dengan teknik pengambilan sampel jelajah. Variabel yang diamati adalah karakter morfologi dengan parameter morfologi batang, morfologi daun, morfologi bunga dan morfologi buah. Data morfologi yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskripsif untuk mengetahui keanekaragaman spesies dalam suku Meliaceae, untuk mengetahui hubungan kemiripan antar spesies, data dianalisis menggunakan metode UPGMA dengan Software MEGA.5. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 29 spesies Meliaceae yang ditemukan di Kebun Raya Baturraden. Spesies Meliaceae yang ditemukan terdiri dari 22 Spesies Indigenus dan 7 Spesies Introduksi. Aglaia argentea memiliki kekerabatan terdekat dengan A. sexipetala dan memiliki kekerabatan terjauh dengan A. rimosa. Chisocheton cumingianus memiliki kekerabatan terdekat dengan C. tenuis dan memiliki kekerabatan terjauh dengan C. montanus. Dysoxylum boridianum memiliki kekerabatan terdekat dengan D. nutans dan memiliki kekerabatan terjauh dengan D. alliaceum. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Baturraden Botanical Garden is one of strategic and representative research areas for plant taxonomy because it has a high diversity of plants. Baturraden Botanical Gardens as an ex-situ conservation area, now has an area of 143,5 ha, with a collection of plants as many as 394 families,116 genera and 2637 species. Diversity of Meliaceae at Baturraden Botanical Gardens is relatively high, but there are still many species that have not been identified. Therefore, a study is needed to find out the diversity of Meliaceae. The purpose of this study was to determine the diversity of indigenous and introducted species and to determine the similarity relationship amongst the species. The research method used was survey method, with exploratory sampling technique. The variables measured were morphological characteristics of the stem, leaves, flower, and fruits. Morphological data obtained were analyzed using descriptive method. Then, the data were analyzed using UPGMA method with MEGA.5.05. The results of this research showed that there were 29 species, consisted of 22 indigenous species and seven introduced species. Aglaia argentea has the closest relationship with A. sexipetala and have the outgropup is A. rimosa. Chisocheton cumingianus has the closest relationship with C. tenuis and have the farthest relationship with C. montanus. Dysoxylum boridianum has the closest relationship with D. nutans with D. alliaceum as the outgroup. |
| Kata kunci | Kebun Raya Baturraden, Meliaceae, Keanekaragaman |
| Pembimbing 1 | Dr. Pudji Widodo, M.Sc |
| Pembimbing 2 | Dra. Wiwik Herawati, MSc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 63 |
| Tgl. Entri | 2016-07-20 19:36:46.556663 |
|---|