Artikel Ilmiah : A1H012019 a.n. AGUS ANDRIANTO

Kembali Update Delete

NIMA1H012019
NamamhsAGUS ANDRIANTO
Judul ArtikelUJI PERFORMANSI ALAT PENGERING GULA SEMUT TIPE KABINET (Studi Kasus Di UD. Sansibar Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Banyumas merupakan daerah sentra tanaman kelapa dan gula kelapa di Jawa Tengah bahkan di Indonesia. Pada tahun 2013 terdapat kurang lebih 26.863 unit usaha gula kelapa dengan produksi mencapai 63.102 ton per tahun. Salah satu Desa yaitu Penambengan yang potensial sebagai pusat produksi gula semut di Kecamatan Cilongok (Disperindagkop Kabupaten Banyumas, 2013). Permasalahan yang sering terjadi yaitu lamanya proses pengeringan menggunakan sinar matahari, akan tetapi masalah ini bisa diatasi dengan menggunakan alat pengering mekanis. Alat pengering mekanis yang digunakan di UD. Sansibar yaitu jenis pengering kabinet yang memiliki 33 pan dan mampu menampung sekitar 165 kg gula semut. Penelitian ini bertujuan mengetahui performansi alat pengering gula semut dan lamanya waktu pengeringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental. Variabel yang diamati meliputi energi yang digunakan untuk pengeringan, efisiensi pengeringan, kadar air gula semut, dan laju pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengering gula semut tipe pengering kabinet pada kondisi tanpa beban diperoleh waktu 15 menit 58 detik untuk menaikkan suhu sampai 50oC, efisiensi pengeringan tertinggi alat pengering adalah 6,38% dengan kapasitas 165 kg dan lama pengeringan gula semut, untuk menurunkan kadar air dari 7-8% menjadi 0,8- 2%, adalah 3 sampai 3,5 jam, dengan konsumsi bahan bakar (LPG) antara 1,1-1,5 kg. Laju penurunan kadar air rata-rata gula semut kering sebesar 0,0162%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Banyumas Regency is the center of coconut crops and Palm sugar in Central Java moreover Indonesia. In 2013 there is more less 26863 business unit with Palm sugar production reached 63102 tons per year. Panembangan is one of the village that potential as a Centre production of brown sugar in Cilongok Subdistrict (Disperindagkop, Banyumas Regency, 2013). A problem that often occurs is the long time of drying process using sunlight, but this problem can be overcome by using a mechanical dryer. Mechanical dryers used in the UD. Sansibar i.e. type of dryer Cabinet has 33 pan and capable of accommodating approximately 165 kg brown sugar. This research aims to know the performance of the dryer brown sugar and the length of drying time. The methods used in this research is experimental. The observed variables include the energy used in drying, drying efficiency, moisture content of brown sugar, and the rate of drying. The results was showed that the brown sugar cabinet dryer on the conditions without weight needed 15 minutes 58 seconds to raise the temperature to 50oC, highest drying efficiency was 6.38% with a capacity of 165 kg drying brown sugar, to decrease the moisture content from 7-8% to 0.5-2%, was 3 to 3.5 hours, an consumption of fuel (LPG) was between 1.1-1.5 kg. The rate of average moisture content decrease of dried brown sugar was 0.0162%.
Kata kuncibrown sugar, cabinet dryer, efficiency, water content
Pembimbing 1Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, M.P.
Pembimbing 2Furqon, S.TP, M.Si
Pembimbing 3-
Tahun2016
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2016-07-11 09:34:42.453124
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.