Artikel Ilmiah : F1J011024 a.n. SIGIT TRI NUGROHO

Kembali Update Delete

NIMF1J011024
NamamhsSIGIT TRI NUGROHO
Judul ArtikelPenggunaan Verba Keigo dalam Al-Qur’an Terjemahan Bahasa
Abstrak (Bhs. Indonesia)Keigo adalah tingkat tutur dalam bahasa Jepang yang menyatakan penghormatan kepada mitra tutur. Seorang penutur harus memperhatikan posisinya terhadap mitra tutur ketika hendak bertutur. Sebagai umat beragama, manusia memiliki dua arah komunikasi, yaitu kepada sesama manusia dan kepada Sang Pencipta. Tujuan skripsi ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan penggunaan keigo dalam terjemahan Al-Qur’an Bahasa Jepang. Permasalahan yang akan dikaji dalam skripsi ini adalah jenis tingkat tutur yang terdapat dalam terjemahan Al-Qur’an bahasa Jepang dan penggunaan keigo di dalamnya. Kajian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah simak dan catat. Surat yang penulis ambil adalah surat Al-‘Ankabut ayat 2 sampai 30. Dari 36 data yang penulis temukan, penulis meneliti 23 data. Data 1 sampai 7 penulis muat dalam pendahuluan, sehingga tidak penulis analisis dalam bab pembahasan. Selain itu, terdapat 6 data yang tidak penulis analisis karena tidak mengandung penanda tingkat tutur bahasa Jepang. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya penggunaan tingkat tutur futsuugo, teineigo, dan sonkeigo pada surat Al-‘Ankabut ayat 2 sampai 30. Tingkat tutur futsuugo digunakan dalam konteks berikut: 1) Pernyataan Allah mengenai diri-Nya, 2) firman Allah kepada manusia, 3) firman Allah mengenai suatu kaum, 4) firman Allah mengenai nabi, dan 5) Sabda nabi kepada kaum durhaka. Tingkat tutur Teineigo digunakan dalam konteks berikut: 1) tuturan manusia kepada Allah, 2) tuturan antar sesama manusia. Tingkat tutur Sonkeigo digunakan dalam konteks berikut: 1) tuturan mengenai perbuatan Allah, 2) tuturan mengenai sifat Allah, 3) doa manusia kepada Allah. Dari hasil penelitian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat tutur sonkeigo digunakan untuk menghormati Allah, tingkat tutur teineigo digunakan dalam komunikasi antar sesama manusia dan untuk menghormati Allah, sedangkan tingkat tutur futsuugo digunakan dalam firman Allah kepada manusia dan sabda nabi kepada kaum durhaka.
Abtrak (Bhs. Inggris)Keigo is a Japanese speech level to give respect to the listener or topic of interest. The speaker which communicating must consider the relationship between the target listener or topic. As a person who has a religion, human beings have 2 way of communication, communication between humans and communication to their God.The purpose of this thesis is to analyze Japanese speech level and the usage of keigo in Japanese translation of Al¬Qur'an. This study is a qualitative research. The data is collected from Al¬'Ankabut chapter 2 to 30. From 36 data found, author analyze 23 data. Data 1 to 7 have been analyzed in preface, so they are not analyzed in chapter analysis. The other 6 data are not contain Japanese Speech Level. Speech level found in this research is sonkeigo, teineigo, and futsuugo. Futsuugo used in a context of 1) Allah’s decree about Himself, 2) Allah’s decree about a community, 3) Allah’s decree to human beings, 4) Allah’s decree about prophets, 5) Prophet’s utterance to unbelievers. Teineigo used in 1) Allah's decree, 2) between human beings. Sonkeigo used during 1) Allah's action, 2) Allah’s divinities, 3) in worshiping Allah. The conclusion found from the analysis of Al¬'Ankabut chapter 2 to 30 was that sonkeigo used to respect Allah, teineigo used to communicate between human beings and also to respect Allah, futsuugo used in Allah’s decree to human beings, and prophet’s utterance to unbelievers.
Kata kunciKeigo, Al-Qur'an, Al-'Ankabut
Pembimbing 1Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum
Pembimbing 2Hartati, S.S, M.Hum
Pembimbing 3Idah Hamidah, S.S, M.Hum
Tahun2016
Jumlah Halaman98
Tgl. Entri2016-06-23 11:16:26.117824
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.