Artikel Ilmiah : F1F011079 a.n. ANASTASIA OENDY

Kembali Update Delete

NIMF1F011079
NamamhsANASTASIA OENDY
Judul ArtikelSOLOMON NORTHUP’S EXPERIENCES AS A BLACK SLAVE IN AMERICA DEPICTED IN TWELVE YEARS A SLAVE
BY SOLOMON NORTHUP
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK

Oendy, Anastasia. 2016. Solomon Northup’s Experiences as A Black Slave in America depicted in Twelve Years A Slave. Skripsi. Pembimbing 1: Tribuana Sari, S.S,M.Si 2: Dra. Mimien Aminah S, M.A., Penguji: Rosyid Dodiyato, S.S.,M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Bahasa Inggris, Purwokerto.
Kata Kunci : Pengalaman perbudakan, Budak, Twelve Years A Slave

Penelitian yang berjudul “Solomon Northup’s Experiences as A Black Slave in America depicted in Twelve Years A Slave” ini bertujuan untuk menjelaskan pengalaman-pengalaman Solomon Northup sebagai budak kulit hitam di Amerika yang digambarkan pada novel Twelve Years A Slave. Data yang digunakan berasal dari Novel Twelve Years A Slave.
Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra, informasi tentang perbudakan di abad sembilan belas Amerika dan teori slave code untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini diawali dengan menganalisis perdagangan budak di wilayah lokal dengan mengacu pada informasi tentang perbudakan di abad Sembilan belas Amerika. Analisis yang terakhir yakni apakah penerapan slave code di novel Twelve Years A Slave sesuai dengan slave code yang dibuat pada masa itu dengan mengacu pada teori slave code.
Penelitian ini menghasilkan dua temuan yang menjadi fokus utama dalam pengalaman Solomon Northup sebagai budak kulit hitam pada abad ke sembilan belas Amerika. Aspek utama adalah perdagangan budak domestik yang dibagi ke dalam dua bagian yaitu negara-negara budak dan penculikan orang kulit hitam yang telah merdeka. Negara negara yang menjadi tempat paling berpengaruh dalam perdagangan budak adalah New Orleans, Virginia juga Louisiana, dan faktor yang menyebabkan Northup diculik oleh orang kulit putih adalah karena adanya peraturan hukum untuk budak yang melarikan diri. Peraturan tersebut memberi kesempatan bagi setiap orang kulit putih untuk menangkap budak yang melarikan diri ataupun orang kulit hitam yang telah merdeka. Aspek yang kedua adalah peraturan hukum bagi budak yang mengatur segala aspek kehidupan budak. Hukum ini dibagi menjadi empat bagian. Pertama, hukuman dan penyiksaan. Untuk menghukum budak, biasanya budak dicambuk, digantung dan dipukul, Kedua, menjual budak untuk keperluan hutang. Budak dianggap sebagai properti, oleh karena itu pemiliknya dapat melakukan apapun termasuk menjual atau menukar mereka dengan sesuatu yang tidak bisa dibayar oleh pemilik tersebut. Ketiga, jam kerja budak. Budak harus bekerja selama 15 sampai 16 jam perhari dan 6 hari seminggu. Tidak ada waktu untuk istirahat kecuali untuk makan. Terakhir, makanan para budak. Budak hanya diberikan setengah pon daging babi untuk makan malam dan sejumput jagung untuk sarapan.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

Oendy, Anastasia. 2016. Solomon Northup’s Experiences as A Black Slave in America depicted in Twelve Years A Slave. Thesis. Supervisor 1: Tribuana Sari, S.S,M.Si Supervisor 2: Dra. Mimien Aminah S, M.A., Examiner: Rosyid Dodiyato, S.S.,M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanities Faculty, English Department, English Study Program, Purwokerto.
Keywords : Slavery experiences, Slaves , Twelve Years A Slave.

The research entitled “Solomon Northup’s Experiences as A Black Slave in America depicted in Twelve Years A Slave” aim to: figure out experiences of Solomon Northup as a black slave reflected in Twelve Years A Slave. The research used qualitative method for analyzing the main data of the research. Data were collected from novel Twelve Years A Slave.
The researcher used Sociology of literature as the approach, information about slavery in nineteenth century America and theory of slave code to answer the research question. The study firstly examined domestic slave trading by using the information about slavery in nineteenth century America. Finally, the study examined wether slave code in Twelve Years A Slave appropriated with slave code at that time by using slave code theory.
The result reveals two aspects which became important factors in Solomon Northup’s experiences as a black slave in nineteenth century America. The first aspect is domestic slave trading which is divided into two parts those are slavery states and kidnapping free black man. The states which became the most important places in nineteenth century America were New Orleans, Virginia and Louisiana and the factor which cause Northup was kidnapped by white men was fugitive slave law. The law gave chance to any white people to catch either runaway slaves or free blacks. Finally, the second aspect is slave codes which ruled all aspects of slaves’ life. The code is divided into four parts. First, punishment and abuse. Slaves were punished by whipping, lashing, hanging, and beating. Second, seizure of slave property for debt. Slaves were recognized as property, thus the master might did everything to his property including selling them or barter them for something that the master cannot pay. Third, working hour of slave. Slave had to work for 15 to 16 hours per day and 6 days per week and there was no rest time to them except for having their meals. Last, food for slaves. Slave only permitted a half pound of bacon for a week for their dinner and a peck of corn for breakfast.

Kata kunciSlavery experiences, Slaves , Twelve Years A Slave.
Pembimbing 1Tribuana Sari, S.S,M.Si
Pembimbing 2Dra. Mimien Aminah S, M.A.
Pembimbing 3Rosyid Dodiyato, S.S.,M.Hum.
Tahun2011
Jumlah Halaman63
Tgl. Entri2016-05-02 20:49:47.490862
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.