Artikel Ilmiah : G1F012041 a.n. ABDUL KHALIM
| NIM | G1F012041 |
|---|---|
| Namamhs | ABDUL KHALIM |
| Judul Artikel | Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Tunggal Temulawak dan Kunyit Terhadap Kadar Nitrit Oksida Pada Sel RAW 264,7 yang Diinduksi Lipopolisakarida |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Temulawak dan kunyit mengandung kurkuminoid dan telah diteliti sebagai agen antikanker secara in vitro dan in vivo. Salah satu karakteristik dari kanker yaitu inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak tunggal temulawak dan kunyit berdasarkan kadar Nitrit Oksida (NO). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian dilakukan menggunakan sel RAW 264,7 yang diinduksi LPS dan diinkubasi selama 18 jam. Sel RAW 264,7 dibagi menjadi empat kelompok dengan replikasi 3 kali. Kelompok I sebagai kontrol sel dan kelompok II sebagai kontrol LPS. Kelompok III dan kelompok IV merupakan kelompok perlakuan ekstrak tunggal temulawak dan kunyit dengan konsentrasi 125, 250, 500 µg/mL. Penetapan kadar NO dilakukan dengan uji Griess dan dihitung dengan metode spektrofotometri menggunakan Elisa reader. Penurunan kadar NO dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA satu jalan dan dilanjutkan dengan uji HSD dengan taraf kepercayaan 95%. Ekstrak tunggal temulawak dan kunyit mempunyai aktivitas antiinflamasi dengan menurunkan kadar NO. Kadar rata-rata NO pada kontrol sel sebesar 6,92 µM. Terjadi peningkatan yang signifikan pada kontrol LPS yaitu menjadi 21,21 µM. Pemberian ekstrak tunggal temulawak dan kunyit secara signifikan dapat menurunkan kadar NO. Presentase penurunan kadar NO setelah perlakuan ekstrak tunggal temulawak dan kunyit konsentrasi 125 µg/mL, 250 µg/mL, 500 µg/mL secara berturut-turut adalah 95,8%, 96,2%, 97,6% dan 94,3%, 95,8%, 97,2%. Peningkatan konsentrasi ekstrak tunggal temulawak dan kunyit dapat meningkatkan aktivitas antiinflamasi walaupun tidak signifikan secara statistik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Ginger and turmeric contains curcuminoids and has been investigated as anticancer agents by in vitro and in vivo. One of characteristic of cancer is inflammatory. The purpose of this study is to find the anti-inflammatory activity of the single extracts of ginger and turmeric based on the levels of nitric oxide (NO). This was a laboratory experimental research. This study was conducted by using RAW 264.7 cell which induced by lipopolysaccharide and incubated for 18 h. The RAW 264.7 cell was divided into four groups. The first group as a control and the second group as LPS control. The third group was the treatment group by ginger extract at concentrations of 125, 250, 500 g/mL, the fourth group was treated by turmeric extract at concentration of 125, 250, 500 g/mL. Each group was replicated for 3 times. NO levels is determined by Griess reaction and calculated by spectrophotometric method by using Elisa reader. Decreased levels of NO were statistically analyzed by using one way ANOVA and followed by HSD test with 95% confidence level. The results of NO levels with incubation for 18 h is 6,92 µM. Significantly increased after induced by LPS 21,21 µM. The treatment with single extract of ginger and turmeric can reduce levels of NO. The percentage of decreasing NO levels after treatment with single extract of ginger and turmeric with concentrations of 125 g/mL, 250 g/mL, 500 g/mL are 95,8%, 96,2%, 97,6% and 94,3%, 95,8%, 97,2% m, respectively. Increasing concentrations of single extract of ginger and turmeric can increase antiinflammatory activity but not significantly by statistic. |
| Kata kunci | Curcuma xanthorrhiza, Curcuma longa, Nitrit oksida (NO), sel RAW 264,7, Antiinflamasi. |
| Pembimbing 1 | Sarmoko, M.Sc., Apt. |
| Pembimbing 2 | dr. Joko Setyono M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2016-04-29 11:44:13.096227 |