| NIM | F1I011011 |
| Namamhs | RIZQI AGUS SAPUTRO |
| Judul Artikel | Pengaruh Tindakan Asertif Republik Rakyat China (RRC) dalam Konflik Laut China Selatan terhadap Kebijakan Pertahanan Filipina pada Tahun 2010-2014 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Konflik wilayah di Laut China Selatan kembali mengalami peningkatan ketegangan beberapa tahun terakhir ini. Tindakan asertif Republik Rakyat China (RRC) yang muncul pada tahun 2011-an membuat ketegangan di Laut China Selatan semakin memanas. Dari lima negara (RRC, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam) yang bersengketa di Laut China Selatan, ada tiga negara yang sering terlibat konflik, yaitu RRC, Filipina, dan Vietnam. Sebagai salah satu negara yang aktif menegaskan sikap dalam konflik Laut China Selatan, Filipina telah melakukan protes dan melawan tindakan asertif RRC tersebut. Selain itu, sebagai upaya mempertahankan kepentingannya di Laut China Selatan, Filipina telah melakukan perubahan dalam kebijakan pertahanan negaranya. Fokus dalam penelitian ini adalah menganalisa pengaruh tindakan asertif RRC dalam konflik Laut China Selatan terhadap kebijakan pertahanan Filipina pada tahun 2010-2014. Peneliti mencoba untuk menjelaskan pengaruh tindakan asertif RRC di konflik Laut China Selatan dan respon Filipina terkait kebijakan pertahanan negaranya selama periode tahun tersebut menggunakan konsep dilema keamanan dan teori balance of threat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Tensions among rival claimant-states to the waters and land features of the South China Sea have escalated significantly in the last several years. In the third quarter of 2011 incidents which potentially lead to armed conflict worsen the situation in South China Sea. There are five countries involved in the South China Sea dispute: Brunei, Philippines, Vietnam, Malaysia, and China. As one of the claimants, Philippines response China’s actions with direct protests. Beside that Philippine also develops capabilities through rearrange its defense policy which aim to defend its interest in South China Sea. The focus of this study is analyzing the impact of China’s assertiveness in the South China Sea dispute towards Philippine’s defense policy at the period of 2010 - 2014. Researcher will try to summarize that the China’s assertiveness in South China Sea dispute give impact to the defense policy of Philippine at that period using security dilemma concept and balance of threat theory approach. |
| Kata kunci | dilema keamanan, balance of threat, Konflik Laut China Selatan, tindakan asertif RRC, kebijakan pertahanan Filipina. |
| Pembimbing 1 | Muhammad Yamin, S.IP., M.Si |
| Pembimbing 2 | Ayusia Sabhita K., S.IP., M.Soc.Sc |
| Pembimbing 3 | Sri Wijayanti, S.IP., M.Si |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 23 |
| Tgl. Entri | 2016-04-29 11:04:47.775195 |
|---|