| NIM | A1M012056 |
| Namamhs | HILDA LUPIYANI |
| Judul Artikel | PERBAIKAN HIGIENITAS DAN SANITASI TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU DALAM PENGOLAHAN GULA KELAPA DI INDUSTRI KECIL MENENGAH SARI BUMI KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Salah satu penyebab permasalahan mutu yang dihadapi oleh IKM (Industri Kecil Menengah) adalah kurangnya higienitas dan sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh sosialisasi dan pendampingan sistem pengolahan gula kelapa yang baik terhadap kondisi higienitas dan sanitasi, 2) Mengetahui pengaruh sosialisasi dan pendampingan kondisi higienitas dan sanitasi terhadap karakteristik mutu produk gula kelapa. Penelitian dilaksanakan pada lingkungan IKM gula kelapa Sari Bumi di Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Sosialisasi dan pendampingan sistem pengolahan gula kelapa yang baik terhadap kondisi higienitas dan sanitasi dilakukan dengan metode kaji tindak. Responden merupakan seluruh anggota dan mitra IKM Sari Bumi yang berjumlah 40 orang, sedangkan sosialisasi dan pendampingan kondisi higienitas dan sanitasi terhadap karakteristik mutu produk gula kelapa digunakan metode ekperimental dengan rancangan faktorial tersarang. Faktor yang dicoba adalah unit pengrajin (P) terdiri dari 2 sampel pengrajin gula kelapa kristal setengah jadi (P1 dan P3); 2 sampel pengrajin gula kelapa cetak (P4 dan P5); 1 sampel gula kelapa kristal yang telah dikeringkan IKM Sari Bumi (P2); waktu sampling gula kelapa (W) terdiri dari minggu awal (W2); minggu 4 (W4); minggu 6 (W6); minggu 8 (W8); minggu 10 (W10); minggu 12 (W12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pendampingan higienitas dan sanitasi dapat meningkatkan pengawasan terhadap hewan pengerat/serangga, perbaikan layout produksi, perawatan prasarana penunjang, kebersihan pra pengolahan, pengadaan suplai air yang bersih dengan cukup baik (skor 3), namun belum dapat memperbaiki higiene pengrajin (skor 2,4). Kegiatan sosialisasi dan pendampingan higienitas dan sanitasi memperbaiki karakteristik mutu gula kelapa pada bahan yang tidak larut air, kadar air, kadar abu, gula reduksi, sukrosa, dan dapat menekan kontaminasi mikrobia. Kadar air, kadar abu, gula reduksi, serta sensori gula kelapa sudah memenuhi SNI 01-3743-1995, namun jumlah mikrobia masih melebihi batas SNI 7388:2009. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | One of the causes of quality problems faced by Sari Bumi SME is the lack of hygiene and sanitation. This research aims: 1) To determine the effect of socialization and accompaniment good palm sugar processing systems to the hygiene and sanitation condition, 2) determine the effect of socialization and accompaniment of hygiene and sanitation conditions to the quality characteristics of coconut sugar. Socialization and accompaniment good palm sugar processing systems to the hygiene and sanitation condition conducted by the action research method. The respondents are all members and partners of Sari Bumi SME of 40 people, while socialization and accompaniment of hygiene and sanitation condition to the quality characteristics of coconut sugar used an experimental method with nested factorial design. Factors studied were craftsmen unit and the sampling time. The craftsmen unit consists of two craftsmen units semi-finished granule coconut sugar (P1 and P3), two craftsmen units of solidified coconut sugar (P4 and P5), and one craftsmen unit of granule coconut sugar that have been dried Sari Bumi SME (P2), while time of sampling consist of First Week (W2), Week 4 (W4) Week 6 (W6), Week 8 (W8), Week 10 (W10), and Week 12 (W12). The results showed that information dissemination and advocacy on hygiene and sanitation can improve its supervision of rodents / insects, improvement of production layout, maintenance infrastructures, cleanliness pre-processing, provision of water supply is clean with fairly good (score 3), but has not been able to improve hygiene craftsmen (score 2.4). Socialization and accompaniment hygiene and sanitation improve the quality characteristics of coconut sugar in water-insoluble materials, moisture content, ash content, reducing sugar, sucrose, and can reduce microbial contamination. Moisture content, ash content, reducing sugar, palm sugar and sensory already meet SNI 01-3743-1995, but the number of microbes still exceed the limit of SNI 7388: 2009. |
| Kata kunci | Gula Kelapa, Higienitas dan Sanitasi, Karkteristik Mutu |
| Pembimbing 1 | Karseno, S.P., M.P., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Tri Yanto, M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2016-04-28 08:37:05.189619 |
|---|