Artikel Ilmiah : F1I011035 a.n. ANGGITA PUTRI PERMATASARI

Kembali Update Delete

NIMF1I011035
NamamhsANGGITA PUTRI PERMATASARI
Judul ArtikelKegagalan Perundingan Six Party Talks dalam Upaya Denuklirisasi Korea Utara Tahun 2003-2007
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian yang berjudul “Kegagalan Perundingan Six Party Talks dalam Upaya Denuklirisasi Korea Utara Tahun 2003-2007” ini merupakan penelitian yang menganalisis penyebab kegagalan Six Party Talks dalam upaya denuklirisasi Korea Utara, yang nantinya akan menemukan hasil yang berupa hal-hal apa saja yang membuat negosiasi dalam forum Six Party Talks mengalami kegagalan. Penelitian ini dibatasi dari tahun 2003 hingga tahun 2007, karena pada 27 Agustus 2003 terbentuklah sebuah upaya multilateral yang bernama Six Party Talks dengan tujuan untuk menemukan resolusi damai mengenai masalah keamanan dan senjata nuklir Korea Utara yang melibatkan AS, Cina, Jepang, Rusia, Korea Selatan dan Korea Utara. Pada bulan Agustus 2003 tersebut juga dilakukan putaran pertama dari Six Party Talks ini hingga mencapai putaran keenam di tahun 2007.
Fokus penelitian ini adalah pada penyebab kegagalan yang dialami oleh perundingan multilateral Six Party Talks dalam upaya denuklirisasi Korea Utara. Perundingan ini menggunakan negosiasi Integratif dalam pemecahan masalahnya, dimana seharusnya perundingan tersebut menghasilkan win-win solution bagi seluruh pihak terutama bagi anggota peserta perundingan, namun pada kenyataannya perundingan multilateral tersebut justru gagal.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya empat faktor penyebab kegagalan Six Party Talks yang menggunakan negosiasi Integratif, yaitu kolaborasi dan pertukaran informasi yang buruk dan tidak seimbang antar anggota, ketidaksepahaman mengenai kebutuhan dan tujuan masing-masing pihak, adanya ketidakpercayaan dari masing-masih pihak anggota Six Party Talks, dan yang terakhir karena keyakinan dan pemahaman yang kurang tentang dinamika negosiasi integratif.

Kata Kunci: Perundingan Multilateral, Six Party Talks, Negosiasi Integratif, Kegagalan

Abtrak (Bhs. Inggris)This research, titled “Failure of Talks Six Party Talks on the North Korean Denuclearization Efforts Year 2003-2007" will analyze the causes of failure of the Six Party Talks on North Korea's denuclearization efforts, which will find the results in the form of what things are made negotiations in forum Six Party Talks have failed. The study was limited from 2003 to 2007, due to the August 27, 2003 formed an effort multilateral called Six Party Talks with a view to finding a peaceful resolution of the security issue and the North Korean nuclear weapons which involving the US, China, Japan, Russia, South Korea and North Korea. In August 2003 was also carried out the first round of the Six Party Talks until the sixth round in 2007.
This research will focus on the cause of the failure experienced by negotiating multilateral Six Party Talks on North Korea's denuclearization efforts. It uses Integrative bargaining negotiations in solving the problem, where the talks should produce a win-win solution for all parties, especially for members of participants of negotiations, but in fact the multilateral negotiations fails.
As a result of this research, there are four factors causing the failure of the Six Party Talks that uses negotiation integrative. Firts, the collaboration and exchange of information is bad and is not balanced between members, disagreement about the needs and goals of each party, and then their distrust of each still party members of the six party talks, and the last is because of the belief and little understanding of the dynamics of integrative negotiation.

Keywords: Multilateral negotiations, the Six Party Talks, Negotiation Integrative, Failure
Kata kunciPerundingan Multilateral, Six Party Talks, Negosiasi Integratif, Kegagalan
Pembimbing 1Sri Wijayanti, S.IP., M.Si
Pembimbing 2Muhammad Yamin, S.IP., M.Si
Pembimbing 3Renny Miryanti, S.IP., M.Si
Tahun2016
Jumlah Halaman22
Tgl. Entri2016-04-21 02:36:18.690914
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.