Artikel Ilmiah : G1F012017 a.n. DWI AGUS RIYANTO
| NIM | G1F012017 |
|---|---|
| Namamhs | DWI AGUS RIYANTO |
| Judul Artikel | EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP REAKSI ANAFILAKSIS KUTANEUS AKTIF PADA TIKUS YANG DIINDUKSI OVALBUMIN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Daun jambu biji (Psidium guajava) memiliki kandungan senyawa flavonoid terbukti berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antialergi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) dalam menghambat reaksi anafilaksis kutaneus aktif pada tikus yang diinduksi ovalbumin. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post test-only control group design. Ekstraksi daun jambu biji menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hewan uji yang digunakan adalah 40 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Tikus disensitisasi dengan induksi ovalbumin 0,1% s.c pada hari ke-0 dan ke-7, lalu pada hari ke-14 diinduksi ovalbumin 5,25% s.c untuk pembangkitan inflamasi, kemudian kelompok kontrol negatif diberikan suspensi Na‐CMC 0,5% p.o, kontrol positif diberikan Na kromolin 2,0 mg/kgBB s.c, dan tiga kelompok perlakuan diberi ekstrak etanol daun jambu biji dosis tunggal 250, 500, 750 mg/KgBB p.o. Pengamatan area pigmentasi pada kulit tikus dilakukan selama 8 jam, yang digunakan untuk menghitung Area Under Curve dan daya hambat anafilaksis kutaneus aktif. Analisis statistika menggunakan uji ANOVA satu arahdilanjutkan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95 %. Pada akhir penelitian 3 ekor tikus dari masing-masing kelompok diambil jaringan kulitnya pada jam ke-5 untuk pembuatan preparat histopatologi dan pengamatan degranulasi sel mast, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji mampu menghambat reaksi anafilaksis kutaneus aktif berdasarkan persen daya hambat AKA dan penghambatan degranulasi sel mast. Persen daya hambat AKA dari ekstrak etanol dosis 250, 500, dan 750 mg/KgBB adalah 57,99 ± 2,12%, 45,46 ± 10,69%, dan 51,30 ± 6,28%. Ekstrak etanol dosis 250 mg/KgBB memiliki kemampuan paling baik dalam menghambat reaksi anafilaksis kutaneus aktif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Ethanolic extract of Psidium guajava leaf have contains flavonoid that proved efficacious as anti-inflammatory and antiallergy. This study aims to know the effect of ethanolic extract of Psidium guajava leaf can inhibit active cutaneous anaphylaxis (ACA) reaction in male wistar rats induced ovalbumin. This experimental study using post test-only control group design. Extraction of guava leaf using maceration method with 96% ethanol. This study used 40 male Wistar rats were divided into 5 groups. Rat were sensitized with ovalbumin induced 0.1% s.c. on day 0 and 7, and then on the 14th day of 5.25% ovalbumin-induced s.c. for the generation of inflammation, then the negative control group was given a suspension of Na-CMC 0.5% p.o, Na cromolyn as positive control given 2.0 mg/kg s.c, and three treatment groups were given ethanol extract of guava leaf a single dose of 250, 500, 750 mg/kgBW p.o. Observation area of pigmentation in the skin of rat performed for 8 hours, which is used to calculate the Area Under Curve and the inhibition of active cutaneous anaphylaxis. Statistical analysis using one-way ANOVA followed by LSD test with a level of 95%. At the end of the study 3 rat from each group were taken from a skin tissue to-5 hours for making preparations for histopathology and observation of mast cell degranulation, and then analyzed descriptively qualitative. The results showed that the ethanol extract of guava leaf can inhibit active cutaneous anaphylaxis reaction based on the percent inhibition of ACA and inhibition of mast cell degranulation. ACA percent inhibition of the ethanol extract doses of 250, 500, and 750 mg / KgBW was 57.99 ± 2.12%, 45.46 ± 10.69%, and 51.30 ± 6.28%. The ethanol extract dose of 250 mg / KgBW has the best ability to inhibit the active cutaneous anaphylaxis reaction. |
| Kata kunci | daun jambu biji, anafilaksis kutaneus aktif, ovalbumin, degranulasi sel mast, daya hambat AKA. |
| Pembimbing 1 | Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt. |
| Pembimbing 2 | Esti Dyah Utami, M.Sc., Apt. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2016-04-20 20:15:42.391989 |