Artikel Ilmiah : F1A009030 a.n. TONI IRAWAN
| NIM | F1A009030 |
|---|---|
| Namamhs | TONI IRAWAN |
| Judul Artikel | MENGUBAH SAMPAH MENJADI BERKAH (Studi Deskriptif tentang Pengelolaan Sampah di Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Masyarakat umumnya menganggap bahwa sampah itu tidak ada gunanya, kotor dan menjijikan sehingga harus dibuang atau dilenyapkan dari pandangan mata. Hal tersebut menjadikan masyarakat berusaha untuk membuat sampah tidak terlihat lagi. Banyak orang kemudian membuang sampah di tempat jauh, menghanyutkan di aliran sungai, mengubur sembarangan, atau membakarnya. Penanganan sampah yang dilakukan pemerintah secara umum juga masih Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Karanglewas Lor memaknai sampah beragama. Sebagian memnganggap bahwa sampah menjijikkan dan tidak berguna. Meskipun demikian, sebagian besar masyarakat berpandangan bahwa sampah itu masih memiliki nilai ekonomi apabila diolah dan dibentuk menjadi barang yang bernilai ekonomi seperti tas, hiasasn bunga, dan sebagainya. Pada awalnya warga Kelurahan Karanglewas Lor masih menganggap sampah adalah barang yang tak berguna. Kesadaran masyarakat berubah setelah datangnya bantuan mesin pencacah sampah dari Pemerintah Daerah Banyumas melalui BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat). Sebelum adanya pengolahan sampah, masyarakat sering mengalami polusi udara dan gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh penumpukan sampah. Dampak ekonomi yaitu masyarakat memperoleh penghasilan tambahan dari sampah yang dia angkut dan jual ke KSM Taruna. Dalam prosesnya sampah dapat menjadi berkah bagi masyarakat dengan cara memanfaatkan sisa nilai jual dari sampah tersebut, yakni menjual sampah non-organik ke KSM Taruna. Oleh KSM Taruna sampah non-organik yang berupa plastik diolah kembali menggunakan mesin pencacah yang kemudian melalui proses recycle diubah menjadi barang bernilai seperti tas dan kerajinan lain. Barang hasil recycle tersebut lalu dijual lagi ke pengepul besar maupun pabrik plastik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Society generally considers that it is useless trash, dirty and disgusting and should be thrown away or disappeared from sight. It makes people strive to make the garbage was not seen again. Many people then dump somewhere far away, washed away in the river, buried haphazardly, or burn it. Government waste management in general is still oriented as removing trash to another, in this case to a landfill. Whereas the existence of the landfill more often cause problems for the surrounding communities and pollute the environment. To overcome this, it is necessary to attempt to manage waste properly. This thesis entitled "Turning Trash Being a Blessing" is a descriptive study on waste management in the Village of West Purwokerto Lor Karanglewas).The objective in this thesis is how people Karanglewas Lor in processing waste. The results showed that the majority Karanglewas Lor Village residents still consider waste is useless items. Public awareness changed after the arrival of aid thrasher garbage from Banyumas Regional Government through BKM (Community Self-Reliance Agency). In the process of waste can be a blessing for the community in a way to utilize the remaining sales value of the waste, which sells non-organic waste to KSM Taruna. By KSM Taruna non-organic waste in the form of plastic reprocessed using a chopper which then through the recycle process is converted into valuable items such as bags and other crafts. The recycle goods produced and sold to collectors large and plastics factories. |
| Kata kunci | Kata kunci: Sampah, Karanglewas Lor |
| Pembimbing 1 | Drs. Muslihudin M,Si. |
| Pembimbing 2 | Dra. Rin Rostikawati M,Si. |
| Pembimbing 3 | Dra. Tri Rini Widyastuti M,Si. |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2016-02-23 09:07:26.048201 |